Mental Pengusaha Sukses

Sesuai dengan takdirku menjadi penjual software untuk para pengusaha UKM, khususnya pulsa, maka aku banyak sekali kenal dengan watak-watak mereka. Baik mereka yang gagal maupun yang berhasil. Yang berkembang maupun yang stagnan, yang bervisioner maupu yang bermimpioner.

Nah, mungkin ada baiknya saya menuliskannya, sehingga, bagi Anda yang ingin menjadi pengusaha, mungkin bisa sedikit memperolah manfaat dari yang saya tuliskan ini. Mungkin bertahap saja, biar bersambung-sambung sesuai mood ku.

1. Menjadi pengusaha memang mesti pintar, tapi gak harus cerdas (apa kebalik ya).

Maksudnya Anda tidak harus memiliki peringkat kelas, tidak harus matematikanya bagus, atau cepat tanggap dalam memperoleh ilmu baru. Banyak saya temui teman-teman yang sangat gaptek dalam teknologi, susah mempelajari hal baru, atau menjengkelkan, karena hal-hal sederhana aja pakek tanya2 (merepotkan saja). Akan tetapi tentu jika punya kelebihan disini lebih bagus, tapi bukan merupakan kunci sukses.

Nah, yang diperlukan dan lebih penting adalah cerdas. Artinya, yang penting keinginannya terpenuhi, masalahnya terpecahkan, apa dan bagaimana pun caranya. Kalau memang dia memiliki keterbatasan otak, ya, memang harus sering bertanya. Jangan sampai terbentur rasa malu, atau sungkan. Boleh sungkan atau malu, tapi tetap jangan sampai gagal (apa yang sudah menjadi tujuannya tidak tercapai), cari cara lain lagi.

Amat disayangkan jika ada yang merasa tidak pintar, terus menyerah atau malu, sehingga terpaksa memendam keinginannya. Biasanya takut merepotkan, minder karena takut apa yang dilakukan tidak lazim, sungkan jika dikatakan gak punya malu, takut ini dan itu. Nah, ini merupakan sumber kegagalan dalam hidupnya.

2. Memiliki keinginan yang kuat

Selain ‘tidak punya rasa malu’ di atas, harus juga memiliki keinginan yang kuat. Sebenarnya dua sifat ini bersinergi, orang yang memiliki keinginan yang kuat, biasanya memang melabrak norma-norma ‘kemaluan’. Bahkan sampai melakukan hal-hal di luar hukum, memaksakan diri, memaksakan orang lain dan sebagainya.

Rekan saya suatu kali ditelp dan dipaksa diajak diskusi tengah malam oleh bos StarBucks (orang bule) gara-gara dia memiliki ide baru tentang desain interior cafe nya. Karena dia tidak mau menunggu pagi, harus secepatnya dibahas. Kadang di lain waktu — walau tidak separah ini dan karena orang Indonesia lebih toleran — dia dengan sabar selalu mengingatkan kalau hari ini garapannya belum selesai, besoknya mengingatkan terus sampai harus betul-betul jadi dan ideal sesuai harapannya.

Nah, ‘memaksakan keinginan’ ini memang salah satu kunci sukses juga. Walaupun sedikit berlawanan dengan norma (memaksakan kehendak), akan tetapi kita perlu mengambil titik manfaatnya. Bahwa tanpa keinginan yang kuat, kita akan lemah menghadapi berbagai hambatan dan persoalan, yang mungkin akan menghadang di depan kita. Jangan dong, karena masalah atau hal sepele, kita trus mutung dan mengubur keinginan kita dalam-dalam.

Semakin kita kuat dalam menghadapi masalah dan tekanan terhadap kemauan kita, semakin kita akan berkesempatan sukses di masa depan.

Sudah ngantuk, zzzz… tidur dulu ah..

3. Tidak harus memiliki ide brillliant
4. Fokus
5. Percaya diri
6. Modal ?
7. Integritas ?
8. Emosional ?
9. Utamakan kerjasama (berbagi )
n. Peran do’a, sedekah dan tawakkal.

Berteman Dengan Aparat

Bagi seorang pengusaha, berteman dengan aparat (pejabat pemerintah, kepolisian atau kejaksaan) memang sangat bermanfaat. Ada banyak kepentingan yang bisa diselesaikan dengan mudah. Apalagi dengan kondisi birokrasi yang rumit seperti sekarang ini, menimbulkan kondisi psikologis yang membuat kita seolah-olah membutuhkan kedekatan tersebut. Apalagi yang proyek atau dagangannya bergesekan dengan kebijakan-kebijakan para aparat tersebut. Misalnya usahanya Anggodo Widjoyo yang kata Jawa Pos bisnis kayu jati, yang sekarang ini memang amat dipegang kendali oleh para penegak hukum.

Bisnis lainnya seperti pengadaan barang, pengadaan infrastruktur, termasuk Teknologi Informasi di kalangan pemerintah juga sangat rentan dengan kebutuhan kedekatan seperti ini. Kalau tidak dekat, ya gimana kita bisa dapat proyeknya? Kalau nggak dekat, ya gimana bisa mengeluarkan kayu jati yang saat ini diproteksi bener? Wong tetangga2 saya di Banyuwangi sana ditangkapi karena juga membalak kayu jati.
Baca selebihnya »

Memupuk Jiwa Enterpreneurship Bidang IT

Jum’at malam lusa aku mau ngisi acara LDKM Teknik Informatika ITS khususnya bidang Enterpreneur. Walaupun masih tataran pemula, semoga saja tetap bisa kasih manfaat buat pesertanya.

Poin-poin yang akan disampaikan adalah :

  1. Definisi enterprenur : menciptakan atau meningkatkan nilai pada sebuah produk, atau hasil karya.
  2. Prinsip enterprenurship : membudayakan berfikir dan berkarya, dimanapun berada (tidak harus seorang pengusaha).
  3. Tips membangun,  membangkitkan atau mengembangkan jiwa enterpreneur : membaca (lingkungan, literatur wawasan, literatur teknis), membuat perencanaan  dan berani mencoba.
  4. Mengapa harusnya bidang IT?  : peluang-peluang akan selalu ada
  5. Constraint : idea is unique.
  6. Tips sukses / berhasil dalam usaha : kemauan kuat, rai gedeg, percaya diri, talk less do more.

Disini memang hanya aku tulis poin-poin saja, soalnya kata panitianya mesti pakek powerpoint.

Mbah Surip, Pak Kyai dan Ustadz

Fenomena Mbah Surip (dari kemunculan sampai meninggal), yang kemudian disusul dengan fenomena teror oleh Noordin M Top, sepertinya punya arti tersendiri terhadap perubahan pada diriku.  Keduanya memiliki latar belakang yang bertolak belakang, namun menurutku keduanya sejatinya sama-sama ingin menyampaikan sebuah ‘kebaikan’ atau ‘kebenaran’.  Tentu kebaikan dan kebenaran disini dalam arti yang sangat presepsional.

Aku pernah belajar dan memahami makna perjuangan ‘aliran’ Noordin M Top tersebut, jadi aku bisa memahami jika orang-orang di sekitar Noordin tidak (terlalu) menganggap langkah Noordin tersebut sebagai sesuatu yang (amat) salah. Dan kebanyakan mereka rata-rata di kehidupan sehari-hari adalah memang orang baik. Bahkan di lingkungan pesantren, dan dikelilingi oleh ustadz-ustadz atau kyai. Jadi apa yang sudah dilakukan oleh mereka, tidak mungkin berniat jahat, bahkan mungkin diniati ibadah. Baca selebihnya »

SBC-Network dan Kemandirian Ekonomi Ummat

Dalam waktu dekat ini, perusahaan kami mau membangun jaringan wirausaha dan usaha yang kami namanakan SBC (Supersoft Business Community – Network). Agak idealis memang bahwa kami berani menghubungkan eksistensi SBC ini dengan kemandirian ekonomi ummat. Tapi kami berharap, bahwa idealisme ini bisa berwujud secara nyata dan bukan sekedar mimpi. Amiin.

Ummat disini ya sama aja lah dengan rakyat, bangsa atau orang-orang sekitar kita (seperti istilah Faiz).

Mengapa SBC terkait erat dgn peningkatan potensi ekonomi ummat? Baca selebihnya »

Hemat atau boros?

Dalam banyak hal, kita senantiasa dianjurkan untuk berhemat dan menabung. Betulkah demikian? Ternyata tidak begitu benar.

Ketika kondisi krisis Amerika, Paris Hilton malah semaksimal mungkin tetap mempertahankan hobby shoppingnya. Karena dengan shopping, uangnya bisa sedikit disumbangkan untuk memutar roda ekonomi negaranya. Toko-toko yang menjual atau para desainer baju bisa laku dan dapat uang dari keuntungan penjualan tersebut.  Baca selebihnya »

Oh uang…

Uang, lagi-lagi uang…

Uang memang penting, akan tetapi sebagian orang memang menganggap sangat penting bahkan begitu penting. Sampai mengorbankan banyak hal hanya untuk membela kepentingan demi mendapatkan uang.

Untuk mereka yang miskin atau kelaparan, memang uang begitu penting. Akan tetapi, sayangnya, banyak orang yang sudah memiliki uang cukup, masih tetap saja menganggap memiliki uang ‘lebih dari cukup’ begitu penting.  Saya beberapa kali kehilangan sahabat, juga karena masalah pekerjaan (baca: uang). Banyak yang korupsi, karena merasa juga belum cukup. Ah.. uang..

Ada juga yang rela melakukan one prestasi dalam kerjasama, hanya karena ingin uangnya lebih banyak dari yang seharusnya (dibayarkan). Ah.. uang.

Diproteksi: My New Company : Supersoft TechnoVision

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Kehati-hatian dalam berdo’a

Berdo’a sangat dianjurkan dalam agama Islam, bahkan Allah sangat senang sekali jika hamba-Nya sering berdo’a / meminta kepada-Nya. Akan tetapi, terkadang masih terjadi salah kaprah, jika do’a yang dilantunkan tidak disertai dengan ilmu dan iman yang cukup. Untunglah Allah maha tahu isi hati manusia, sehingga tidak semua do’a serta-merta dikabulkan atas dasar kalimat yang diucapkannya. Jadi, jangan bersedih wahai manusia, jika do’a kita kadang tidak terkabul, karena bisa jadi do’a kita yang salah, dan Allah lebih memilihkan jalan lain yang terbaik buat kita. Baca selebihnya »

Entrepreneurship Bukan Hanya Dagang atau Bisnis

Sumber : Beritajatim.com

Reporter : M Taufik

Surabaya – Kebanyakan orang, kalau mendengar istilah Entrepreneurship (Kewirausahaan) yang ada di benaknya pertama kali adalah dagang atau bisnis. Padahal lebih dari itu, ada banyak usaha (Entrepreneur) yang masuk dalam kategori itu. Misal, Entrepreneurship dalam bidang sosial, penelitian, pendidikan dan lainnya.

Nah, terpatrinya makna dari istilah Entrepreneurship itu yang kebanyakan dimaknakan dalam satu makna yaitu berdagang atau bisnis, disebut oleh Toni Antonio, Rektor Universitas Ciputra sebagai Clasikal Mindset (Pemikiran lama) yang perlu dirubah.

Baca selebihnya »