Mengapa kita perlu optimis?
Ada kalanya kita kadang pesimis melihat sesuatu yang besar di depan kita. Dalam hal bisnis, mungkin kita kadang keder melihat begitu besarnya perusahaan-perusahaan yang sudah berkembang saat ini. Sesaat kita pesimis, bisakah kita seperti mereka? Bisakah kita melewati persaingan berat sehingga bisa mencapai minimal seperti atau melebihi mereka? Jawabnya adalah bisa! Mengapa?
Jawabnya sederhana. Karena setiap dekade itu pula akan muncul orang terkaya baru di sebuah wilayah. Mungkin suatu saatnya adalah kita. Tidak ada sejarahnya orang bisa terkaya sepanjang masa. Sedikit ilustrasi di bawah akan menjadi gambaran bahwa setiap orang bisa memiliki kesempatan untuk sukses.
Si Mr Fulan adalah orang terkaya di wilayahnya. Dia pengusaha pabrik genteng. Uangnya miliaran. Akan tetapi, dia tidak memiliki anak berbakat. Keempat anaknya tidak bisa mengolah keuangan. Akhirnya, perusahaan gentengnya tidak ada yang meneruskan. Duz, perusahaan genteng lain yang akhirnya berkembang. Maka, optimislah jika jadi pengusaha pabrik genteng. Siapa tahu pesaing Anda tiba-tiba tidak berkutik.
Jawapos dulu besar karena Dahlan Iskan. Dia bukannya tidak melawan raksasa. Akan tetapi berkat keuletan dan ketekunannya sekarang Jawa Pos menjadi perusahaan media massa besar di Indonesia. Saya tidak tahu banyak sejarahnya, jadi tidak bisa menulisnya disini.
Betapa besar perusahaan jaringan cendana saat itu. Akan tetapi, sekarang apa yang dibanggakan dari Cendana selain dana mengendap sisa kekayaan masa lalu. Sekarang hampir semua perusahaannya dimiliki oleh orang lain.
Saya sendiri, seolah-olah semasa karir adalah bergabung dengan perusahaan yang baru berdiri. Yang terakhir saya hanya bertahan 6 bulan. Ketika awal masuk, kondisinya minus 100 juta, ketika saya keluar kondisi sudah sangat bagus. Dari bisa mengumpulkan omset 100 juta, setelah saya keluar 6 saya dengar bln omsetnya dah 1 miliaran. Keluar 2 tahun, omsetnya katanya malah 8 miliaran.
Padahal saat itu ada pesaing yang juga sudah sangat besar. Akan tetapi semua bisa dilewati dan akhirnya bisa jadi winner. Saya malah harus memulai dari 0 lagi.
Tapi akankah bisa bertahan terus di posisi tersebut? Saya tetep nol dan bekas perusahaan saya masih kaya-raya terus? Jawabnya tentu tidak. Perputaran roda pasti terjadi. Bisa jadi saya bisa semakin nol ( artinya negatif ), dan perusahaan saya dulu makin jaya, atau sebaliknya. Tergantung pada kekuatan masing-masing.
Maka, tak perlulah takut berhadapan dengan raksasa di depan mata. Asalkan kita tidak melawan mereka, kita bisa jadi raksasa juga dari arah yang berlawanan. Kita bisa menjadi besar tidak harus dengan cara, atau waktu yang sama.
Yang terpenting adalah fokus di depan mata. Tidak perlu melihat kecil atau besar pesaing, kita ciptakan sesuatu yang baru, yang betul-betul bisa jadi warna baru bagi objek kita. Dalam bisnis adalah konsumen, klien atau mitra. Kita ciptakan layanan terbaik, termurah, dan tercepat. Kita akan menjadi besar tanpa kita sadari.
Apakah ini dalam bidang bisnis saja? Tentu tidak. Dalam kehidupan, tidak ada yang akan berjalan sendirian. Semua saling terkait dan membantu. Dalam bidang pendidikan, seni, budaya, dan politik semua harus memiliki inovasi.
DIarsipkan di bawah: bisnis | yang berkaitan: bisnis, manajemen, pasar, pesaing, optimis