SBC-Network dan Kemandirian Ekonomi Ummat

Dalam waktu dekat ini, perusahaan kami mau membangun jaringan wirausaha dan usaha yang kami namanakan SBC (Supersoft Business Community – Network). Agak idealis memang bahwa kami berani menghubungkan eksistensi SBC ini dengan kemandirian ekonomi ummat. Tapi kami berharap, bahwa idealisme ini bisa berwujud secara nyata dan bukan sekedar mimpi. Amiin.

Ummat disini ya sama aja lah dengan rakyat, bangsa atau orang-orang sekitar kita (seperti istilah Faiz).

Mengapa SBC terkait erat dgn peningkatan potensi ekonomi ummat?

Kami bukan orang ekonomi, jadi ya ini hasil pandangan orang yang awam. Mudah-mudahan tidak terlalu salah. Kami jabarkan di bawah ini.

Inti dari kemandirian ekonomi adalah jika kita bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri, dan membeli sesedikit mungkin produk/jasa dari luar kelompok kita. Jika ditambah produktif, maka kita juga bisa menjual produk kita sebanyak2nya keluar kelompok kita. Jika kelompok ini dianggap sebagai negara, maka praktisnya adalah bagaimana sebanyak mungkin kita export, dan sesedikit mungkin kita import kebutuhan dari luar negeri. Demikian juga dgn sektor jasa. Artinya, semaksimal mungkin kita harus menggunakan produk atau orang di negeri sendiri, sementara kita juga berjuang agar produk kita bisa terjual di luar negeri.

Kadang permasalahannya adalah : kita sebenarnya memiliki barang atau orang tersebut, akan tetapi kita tidak tahu atau tidak sadar bahwa hal itu sudah kita miliki. Tapi karena kurangnya informasi, akhirnya kita terpaksa memakai atau membeli produk dari pihak luar. Akhirnya uang yg mestinya bisa dihemat atau digunakan oleh tetangga sendiri, malah terbuang keluar.

SBC ini adalah sebuah tools (alat), dimana bisa difungsikan sebagai media iklan online yang teratur menurut kelompok relasi, tapi juga pembangun relasi. Sehingga adanya sebuah koneksi/relasi tidak ada dengan sendirinya – seperti sementara ini – tapi bisa berkembang dan dikembangkan dengan suatu metode.

Contoh :

Si A memiliki kawan B1, B2,.. B30 di SBC. A mau mendirikan usaha peternakan ayam. Sebenarnya, dia sdh kenal dgn orang yg berpengalaman, tapi tidak yakin dengan orang tersebut. Dia ingin dapat second opinion dari orang lain. Tapi dia tidak tahu  harus kemana. Tentunya banyak sekali orang yang memiliki pengalaman di bidang tersebut, tapi tidak mungkin (terlalu berat) jika dia tanya satu per satu seluruh temannya yg 30 tersebut untuk dapat informasi.

Nah, dengan tools ini, kita bisa search, dan temukan relasi2 di network kita, tanpa mengganggu relasi kita. Namun, tentu untuk menghubunginya, kita harus bertanya terlebih dulu ke kawan kita (kawan dia juga) agar dapat info awal. Nah fungsi-fungsi tersebut, tentu tidak sekedar buat cari produk atau jasa, tapi bisa juga cari kawan lama, cari jodoh, atau keperluan lainnya.

Dengan semakin berkembangnya relasi, maka semakin banyak pula peluang dan kesempatan untuk kerjasama dalam hal produktivitas. Industri2 hulu akan semakin mudah bertemu industri hilir, sentra-sentra produksi akan semakin mudah pula bertemu sentra pasar. Sehingga tidak didominasi orang-orang tertentu saja.

Dan tentunya, semua relasi ini masih dalam ruang lingkup satu kelompok tertentu. Sehingga makin produktif pula kelompok tersebut. Akhirnya tercipta kelompok-kelompok mandiri yang tingkat produktivitasnya tinggi pula, karena makin mudahnya memperoleh atau mengakses produk-produk, jasa atau informasi pasar antar mereka sendiri.

Inilah (kemandirian) yang akan berusaha diwujudkan dengan komunitas SBC.

Tinggalkan Balasan