Archive for category Uncategorized
Revitalisasi Pasar Rakyat
Ditulis segerhasani di Uncategorized pada 03/05/2012
Artikel ini aku tulis, selain karena memang uneg-uneg yang tersimpan, juga siapa tahu jadi masukan berharga bagi pemerintah daerah. Karena, selama ini keberadaan pasar tradisional (pasar rakyat) tidak terlalu diperhitungkan.
Khusus untuk Surabaya, sebagian besar pasar sudah terkelola dengan baik, tapi untuk pasar-pasar kecil yang berdekatan dengan rakyat, semacam keputih atau Klampis tidak begitu diperhatikan. Hanya pasar-pasar besar atau menengah yang dikelola / diperhatikan.
Tujuan keberadaan pasar adalah mengalirkan sirkulasi ekonomi ke kalangan pedagang menengah bawah. Nah bagaimana tujuan ini bisa tercapai? Semakin banyak pedagang terlibat, semakin banyak pengunjung, disitulah tujuan keberadaan pasar tercapai. Karena sekarang ini tidak saja di kota, di desa-desa pun, pasar tradisional sudah banyak ditinggalkan. Perlu ada inovasi dari pemerintah daerah untuk membangunnya kembali.
Apa sih pasar rakyat?
- Buka malam hari untuk pedagang sayur / kasih lampu yang cukup
- Sediakan lahan parkir yang cukup
- Buar sirkulasi kedatangan dan kepergian pengunjuang seperti pameran
- Bursa toko grosir / murah sekitar pasar
MEMULAI USAHA vs MENDIRIKAN USAHA
Ditulis segerhasani di Uncategorized pada 17/04/2012
MEMULAI USAHA vs MENDIRIKAN USAHA
Memulai usaha berarti belum pernah memiliki usaha sendiri sebelumnya. Sedangkan mendirikan usaha bisa berarti memulai usaha atau sudah punya usaha sebelumnya dan mendirikan yang baru.
Seseorang yang memulai suatu usaha, berarti dia mau masuk fase enterpreneur. Sedangkan seseorang yang mendirikan usaha, bisa jadi enterpreneur bisa jadi masuk fase investor.
Seorang enterpreneur tidak harus memiliki modal, tapi seorang investor sudah sepatutnya memiliki modal dong..
Nah jika Anda memulai sebuah usaha, ada baiknya jangan menempatkan diri Anda sebagai investor. Seorang investor harus memiliki pengalaman yang cukup untuk menilai apakah sebuah usaha itu layak dimodali atau tidak. Nah, gmn mau jadi investor jika belum punya pengalaman bisnis ?
Oleh karena itu, jika Anda ingin mulai usaha, jangan menitikberatkan pada modal. Tapi tekankanlah pada proses belajar. Dan proses belajar ini, memulai sesuatu dari 0 akan lebih bagus daripada memulai dari 1 atau memulai dari angka 10.
Bisa jadi Anda harus belajar itu dengan menjadi karyawan, sales, menjadi mitra kerja dari teman / rekan yang sudah jalan, atau menjadi reseller bidang atau produk yang ingin Anda geluti, yang Anda senangi. Timba ilmu dan pengalaman secukupnya (sebanyak-banyaknya), jika nanti waktunya cukup, pengalaman cukup, barulah Anda secara bertahap bisa mendirikan usaha sendiri. Modal bisa dari tabungan atau mengajak investor lain..
Selamat berkarya !
Krisis di Banyuwangi
Ditulis segerhasani di Uncategorized pada 08/11/2011
Banyuwangi sedang terbelenggu krisis kepemimpinan dan KKN. Demikian kesimpulanku pasca diskusi dgn berbagai pihak selama ini, dan kemarin dgn rekan yg dekat kekuasaan. Baik itu kalangan LSM-penegak hukum-swasta-pejabat pemerintah-SKPD-DPRD. Krisis ini ditandai dgn pragmatisme dlm berbagai urusan dan selalu diakitkan dengan urusan perut.. Sehingga masing-masing pihak merasa tidak bersalah dgn kesalahan yg dilakukan (korupsi) krn mmg sulit keluar dari jebakan sistem. Selalu saja ada pihak lain yg dipersalahkan atas kesalahan yg sudah dilakukannya (brengsek berjamaah).
Dan ini membentuk putaran lingkaran syaithon yang susah dicari titik temunya jika solusinya sepihak-sepihak. Dan jk dibiarkan terus-menerus Banyuwangi yang kaya alam hanya akan jadi daerah biasa2 saja dan jadi korban korporasi pihak luar, asing, termasuk kasus Tumpang Pitu.
Maka rasanya perlu ada kongres bersama agar semua pihak bs duduk dalam satu meja, sehingga setiap alasan yg disampaikan pihak terkait bs langsung terdengar pihak lainnya. Shg mendapatkan … Secara langsung.
QADDAFI & FAKTA YANG TIDAK BISA DITOLAK
Ditulis segerhasani di Uncategorized pada 24/10/2011
Ini sebagian fakta yg ditulis seorang temen di facebook, kita??? Semoga pemimpin negeri kita, bisa mewujudkan gemah ripah loh jinawi, tapi jok suwe2 dadi presidene. .. mundak nasib’e gak jauh beda dengan pak Harto atau Qaddafi..
- Tidak ada tagihan listrik di Libya, listrik gratis untuk semua warga negaranya.
- Tidak ada bunga pinjaman, bank-bank di Libya milik negara dan pinjaman yang diberikan untuk semua warga negaranya dengan bunga 0% oleh hukum.
- Rumah dianggap sebagai hak asasi tiap warga di Libya. Gaddafi berjanji bahwa orangtuanya tidak akan mendapatkan rumah sampai semua orang di Libya memiliki rumah. Ayah Gaddafi telah meninggal saat dia, istri dan ibunya masih hidup di tenda.
- Semua pengantin baru di Libya menerima Dinar $ 60.000 (US $50.000) oleh pemerintah untuk membeli apartemen pertama mereka sehingga untuk membantu mengawali kehidupan berkeluarga.
- Pendidikan dan perawatan medis gratis di Libya. Sebelum Gaddafi hanya 25% dari Libya yang melek huruf, hari ini sudah mencapai angka 83%.
- Jika penduduk Libya ingin mengambil karir pertanian, mereka akan menerima tanah pertanian, rumah pertanian, peralatan, benih dan ternak untuk memulai peternakan mereka – Semuanya gratis.
- Jika penduduk Libya tidak menemukan fasilitas pendidikan atau medis yang mereka butuhkan di Libya, pemerintah akan mendanai mereka untuk pergi ke luar negeri untuk itu – tidak hanya gratis tetapi mereka mendapatkan US$ 2, 300/bulan untuk akomodasi dan tunjangan mobil.
- Di Libya, jika penduduknya membeli mobil, pemerintah memberikan subsidi 50% dari harga mobil tersebut.
- Harga bensin di Libya adalah $ 0. 14 per liter. Kalau di rupiahkan jadi Rp 1.300.-an..
- Libya tidak memiliki utang luar negeri dan cadangan devisanya sampai $ 150 miliar ( ini translatenya gak yakin).. hehe
- Jika penduduk Libya tidak mampu mendapatkan pekerjaan setelah kelulusan, negara akan
membayar mereka sesuai rata-rata profesinya, seolah-olah dia bekerja sampai betul-betul menemukan pekerjaannya. - Sebagian dari penjualan minyak Libya adalah disimpan langsung ke rekening bank semua Warga Libya.
- Seorang ibu yang melahirkan seorang anak menerima US $ 5, 000, sekitar Rp 45.000.000,00
- 40 roti roti di Libya seharga $ 0,15 ( Rp 1.200,00 saja)
- 25% dari penduduk Libya memiliki gelar sarjana.
- Qaddafi mengembangkan proyek irigasi terbesar di dunia , yang dikenal sebagai proyek Great Man-Made River , untuk membuat air mudah tersedia di seluruh padang pasir negara tersebut.
Iklanku
Ditulis segerhasani di Uncategorized pada 21/09/2011
Alur cerita.
Seorang pengusaha yang merintis usahanya dari awal, dengan penuh tantangan, dari 0. Banyak disini kejadian-kejadian memilukan ketika tumbuh besar. Dimarahi istri karena sering keluar, dilecehkan klien, dst. Nah, akhirnya dia mendapatkan kepercayaan dan usahanya berkembang. Disayang istri, dipuji klien, keluarga besar, dan seterusnya..
Tapi dia lupa menjaga keuangannya. Seolah-olah untung, tapi ternyata besar pasak daripada tiang.. Ada yang dikorupsi, ada yang defisit, dan lain-lain. Akhirnya, cobaan datang.. salah satu usahanya bangkrut, dan harus ditutupi. Dia tidak sadar bahwa ternyata passivanya lebih besar dari aktifa..
bangkrutlah dia.. andaikan ada software yang bs membantu kesibukannya menjaga kuangannya..
understanding your business – understanding your life – Supersoft Easy Accounting System ( SEAS)
Mental Korup
Ditulis segerhasani di Uncategorized pada 20/09/2011
Mental korup sedikit berbeda dgn korupsi. Mental korup adalah segala sesuatu tindakan yang bersifat instan, tidak mikir jangka panjang, dan mementingkan diri sendiri. Yang penting untung.
Ketika import gak peduli komoditi tsb merusak hrg ato gak (beras, garam, sapi)
Ketika export gak peduli ketahanan devisa (kasus emas). Semua yg bs dijual ya dijual.
Import gak peduli barang legal atau gak, pdhal merusak kepercayaan dunia (kasus investor males)
Ketika ujian cenderung njiplak ( gak inget jk jangka panjang itu merusak mentalnya )
Suka yang gratis2an, misal ketika ada sumbangan warga miskin, yg mampu pun cenderung ikut. Padahal ketika dia gak ikut, lebih bnyk warga miskin yg terbantu. Suka menerima drpd memberi. Semangat usaha.
Gejala penyakit ini telah menyebar di masyarakat kita, di profesi apapun. Dan sudah kewajiban kita semua untuk menyembuhkannya.
Ini mmg semua kompoonen rakyat, tp bs diawali dr pemimpin. Percaya gak?
Pertama, pemimpin bs mengatur regulasi atau aturan-aturan, shg ruang gerak masyarakat yg begini bs dibatasi.
Kedua, pemimpin yang baik bs memberi contoh pada rakyat, bgm hidup bermasyarakat yang sehat, yang baik.
Oleh karena itu, kembali ke topik utama, mari kita cerdas pilih pemimpin yang baik.
Indonesia Butuh Banyak Kritikan, Bukan Pujian
Ditulis segerhasani di Uncategorized pada 23/07/2011
Ada komunikasi yang tidak sehat diantara kita, bangsa Indonesia. Satu sisi, pemerintahnya – aparatnya – suka memuji dirinya sendiri, sementara yang lain, lawan politiknya atau rakyatnya suka mencela pemimpinnya.
Beberapa waktu yang lalu, pak Tifatul Sembiring memuji kinerja pemerintah (ya dirinya sendiri) akan devisa negara yang sudah pada titik tertinggi, juga pak Hatta Rajasa memuji pemerintah (ya dirinya sendiri juga) akan kinerjanya perekonomiannya karena diakui pengamat internasional. Dan, ini berita lagi Hillary Clinton memuji RI akan potensi wirausaha yang begitu tinggi di Indonesia.
Saya kembali ingat masa lalu, di masa order baru, kita begitu dipuji-puji dengan anggapan Indonesia tanah yang kaya-raya, alamnya kaya tak terhingga, rakyatnya ramah-tamah, tanah subur dimana-mana dan sebagainya. Lalu apa yang terjadi, kita tidak sadar bahwa kita telah dibodohi. Ketika kita nyaman dengan pujian-pujian, semua nyaman-nyaman saja, sampai tak terasa disisi lain kekayaan kita dirampok oleh kongkalikong para oknum pejabat kita dan orang asing. Korupsi terjadi dimana-mana. Dan akhirnya kita harus restart kembali agar kita betul-betul jadi negara yang ‘merdeka’.
Andaikan saja pujian itu dari rakyat, tentu akan lain. Tapi sekarang ini pemerintah yang sering memuji dirinya sendiri dan dipuji ‘orang-orang yang berkepentingan’, entah itu pengamat atau utusan negara asing. Tapi dari rakyatnya justru bukan pujian, tapi celaan dimana-mana.
Ini adalah kondisi yang tidak sehat. Dalam kondisi banyak masalah seperti ini, mestinya para pemimpin membuka dada untuk menerima kritik atau menyediakan wadah seluas-luasnya untuk kritikan. Bukan malah memuji dirinya sendiri. Demikian juga dengan Hillary Clinton, mestinya jangan sekedar memberikan pujian, tapi kasih porsi yang lebih besar pula para kritikannya.
Misalnya : RI memang potensi wirausahanya besar, tapi kondisi regulasi dan infrastruktur yang kurang mendukung, itu yang perlu diatasi. Jadi ada yang tergugah di dalamnya, yaitu pemerintah. Mungkin karena yang mengatakan Hillary, pemerintah langsung sigap mengatasi masalah regulasi tersebut. Kalau hanya pujian seperti ini, ya tenang-tenang aja, seperti tidak ada masalah. Ya akhirnya tidak ada perbaikan too ?
Untuk menjadi maju, kita tidak butuh pujian. Kita butuh kritik. Kritik yang kritis, dan kritik yang kritis itu tidak harus pedas.
Kata motivator, kritikan itu membangunmu, sedangkan pujian bisa membunuhmu !
- Indonesia Butuh Teknologi-Inovasi : oleh Bpk Hatta Rajasa
- Potensi Wirausaha RI Sangat Tinggi : oleh Hillary Clinton
4 Langkah Penting Menanggulangi Krisis
Ditulis segerhasani di Uncategorized pada 12/07/2011
Berbagai masalah yang saat ini dialami bangsa kita saat ini, Insya Allah bisa diatasi dengan 4 (empat) langkah ‘sederhana’ ini. Empat langkah ini memang mendasar dan sedikit ekstrim, tapi akan banyak multiplier effect yang akan berhasil dicapai.
Kuncinya bukan pada teori maupun aturan bagaimana menjalankannya, tapi komitmen, pengedepanan hati nurani dan pengorbanan. Tiga prinsip ini hanya bisa dijalankan dengan sejenak melupakan materi. Insya Allah hasil yang dicapai adalah kemuliaan, kehormatan, kemajuan bersama dan kesejahteraan dalam jangka waktu yang panjang.
Dan ini bisa dilakukan mulai dari pucuk pimpinan. Dalam sistem otonomi daerah, seorang bupati atau walikota bisa memulainya.
- Wujudkan Akuntabilitas Publik !
Buatlah kran sebesar-besarnya kepada masyarakat / LSM untuk mengaudit anggaran pemerintah. Bahkan sampai penghasilan pimpinan (bupati) misalnya. Berapa gaji yang semestinya, dan berapa take home pay yang diterima. Sehingga, akan jadi contoh bagi bawahan dan memulihkan kepercayaan publik akan pemimpinnya. Lakukan menyeluruh dari kepala dinas, kepolisian, TNI, sampai turun ke jenjang kepala desanya.Tidak perlu menunggu semua melaksanakannya, mulai saja dari pucuk pimpinan sendiri. Data semua pimpinan yang terbuka maupun tidak.Kedua, akuntabilitas anggaran dan proyek-proyek pemerintah. Jangan sekedar dengan laporan keuangan formatif, tapi masyarakat boleh tahu sampai detil pembelajaannya. Sehingga seperti laporan neraca, masyarakat bisa mengukur alokasi-alokasi yang dibelanjakan oleh pemerintah atau pihak kontraktor. Sehingga semua bisa menilai apakah wajar atau tidak pelaporan tersebut.Ketiga, akuntabilitas unit-unit usaha pemerintah daerah. Berapa pemasukan yang ada, dan berapa yang disetor ke pemerintah daerah. Sehingga masyarakat akan bisa mengukur ada kepantasan tidak dalam laporan tersebut. Sehingga tercipta kontrol dengan sendirinya.
Buat inovasi, tak perlu birokratif, sehingga laporan keuangan yang bisa diakses oleh semua masyarakat. Biar semua orang tahu berapa pendapatan daerah dan berapa pengeluarannya. Masyarakat akhirnya bisa sampai tahu, neraca akhir keuangan daerah, berapa aktiva (pendapatan dari pajak, DAU, PAD dan lain-lain) dan passiva (pengeluaran-pengeluaran pemerintah). Buat dengan sederhana, agar masyarakat yang tak begitu paham neraca pun bisa menilainya.
Dengan cara ini, maka tingkat korupsi akan bisa berkurang dengan sendirinya. Dan kepercayaan masyarakat bisa tumbuh.
- Bersahabat dengan kritik Ini artinya, hadapi semua kritik dengan bersahabat, berani dan terbuka. Seburuk atau setidaknonoh apapun kritikan tersebut, harus dijawab. Kalau perlu sekali waktu, secara pereodik, kumpulkan komponen masyarakat terutama yang paling suka menkritik kepada pemerintah, untuk duduk bersama. Bukan untuk mendiskusikan kritikan, tapi sekedar menjawab, menampung dan memikirkan solusinya di kemudian hari jika memang belum ada solusi.
Hindari perdebatan dan bantahan, karena biasanya para kritikus tersebut juga kurang mampu memberikan solusi. Akan tetapi dengan bertemu muka, maka tidak ada tuduhan sepihak.
Sikap ini akan menambah dukungan dan mengurangi pihak yang beroposisi dengan kita, sehingga akan melancarkan program-program yang dicanangkan.
- Buat circle ekonomic
Untuk membangun dan mengembangkan ekonomi lokal, ciptakan kondisi lingkaran tertutup. Circle economic adalah menutup kran sebesar-besarnya untuk aliran uang keluar dari wilayah kita, dan membuka sebesar-besarnya kran aliran uang yang masuk.Hal ini bisa dilakukan dengan berusaha menggunakan produk wilayah sendiri (swasembada untuk semua bidang produk). Terkecuali yang memang tidak bisa kita produksi.Dari sisi perikanan, peternakan, fashion, teknologi, dan lain sebagainya.Kedua, tutup pintu masuk investor yang bidang usahanya bisa kita (masyarakat) jalankan sendiri. Dan buka kran sebesar-besarnya investor yang mau mengoptimalkan sumber daya alam atau manusia di wilayah kita untuk jadi sumber produksi.
Awasi semua perizinan dan usaha dengan batas investasi tertentu, bahkan sampai pada rencana pendiriannya. Bukan untuk penarikan pajak, tapi untuk mengatur keseimbangan usaha. Selain itu, jangan sampai ada jenis usaha yang sama dengan pangsa pasar sama yang akan berdiri bersamaan. Nanti akibatnya, akan merugikan investor itu sendiri.
Buat sistem informasi pemetaan potensi, jenis usaha dan potensi pasar, sehingga seluruh komponen masyarakat bisa mengetahui produk apa yang masih mendatangkan dari luar – sehingga bisa jadi peluang baru – dan mana yang sudah diproduksi sendiri.Sosialisasikan sistem ini pada semua tokoh dan pengusaha daerah, sehingga mendapat dukungan yang luas. Bahwa sistem ini akan sangat bermanfaat untuk mereka sendiri.
- Dorong Partisipasi dan Potensi Warga, khususnya yang di perantauan
Untuk masalah-masalah kemiskinan, pendidikan, sosial atau pengembangan masyarakat lainnya, jika memang anggaran pemerintah cekak, coba optimalkan potensi para alumni atau perantauan untuk membantu masalah di wilayahnya (daerah asalnya).Kedua, jalan-jalan, keindahan atau fasilitas wilayah, adakan lomba-lomba dan sebagainya sehingga masyarakat bisa swadaya dalam mengembangkan daerahnya. Seperti kota Surabaya dengan program Grean anda Clean nya. Tidak perlu dana dari pemerintah. Baru kalau sudah jadi pemenang dikasih hadiah oleh pemerintah.
Manajemen Project Teknologi Informasi
Ditulis segerhasani di Uncategorized pada 16/05/2010
akan disampaikan pada Kuliah Tamu Teknik Informatika ITS
Where the Goal is “Everything must be successfully done”!
Mungkinkah ??
Jangan menganggap kesuksesan sebuah project IT adalah hanya karena keahlian developer semata! Diperlukan banyak keahlian lain, terutama faktor kepemimpinan dan komunikasi. Baca entri selengkapnya »