Cyber War

Cyber War sebenarnya ada beberapa jenis. Jenis peperangan fisik (gangguan pada hardware atau software), atau peperangan pemikiran. Tentu, sebagai kalangan aktivis dakwah, kita fokus pada perang pemikiran.

Area cyber war, dalam dunia maya terbagi menjadi beberapa bagian :

(1) Media online atau Blog.

Media online, baik resmi maupun tak resmi, sangat berpengaruh pada penyebaran opini atau berita. Disini ada dua faktor sebuah berita bisa menjadi medan perebutan opini yaitu perang share, dan perang komentar.

Untuk membuat sebuah media online sebenarnya tidak susah, seperti bikin portalpiyungan, postmetro, seword, dll – yang dituduh media hoax karena tidak resmi -. Cukup copas dari media resmi atau medsos lalu dikasih judul agak provokatif. Bahkan bisa saja komentar dari salah seorang tokoh yang kurang terkenal, lalu dijadikan berita.

Kemudian, akan dishare2 oleh akun2 di medsos untuk menjadi topik obrolan atau diskusi.

Dari sisi biaya bisa dari pendapatan adsense ataupun dana pribadi.

(2) Facebook.

Dengan beragamnya pertemanan di facebook, juga group-group umum yang didasarkan bukan pada kelompok ideologi, disinilah lahan cyber war. Dalam kerumunan facebook, ada beberapa tipe manusia. Ada yang menjadi trend setter, debater, dan ada yang menjadi follower. Tentu, dalam strata sosial, tokoh trendsetter menjadi tokohnya, dan follower semacam menjadi ummatnya atau buzzernya. Sedangkan debater adalah di tengah-tengah, mereka sering berdebat walaupun tidak sering membuat inisiatif status atau sekedar share pendapat dari tokoh lain atau dari media online.

 

dan (3) Twitter.

Tips Berdebat dalam Media Sosial 

Dalam Surat Al-Maidah 54, salah satu mukmin unggulan yang dibanggakan Allah SWT adalah tidak takut terhadap cacian (bulliying) orang yang mencaci (pembully). Inilah salah satu ciri pejuang dakwah media sosial.

Tapi, seringkali memang berdebat di media sosial menguras fikiran – akhirnya tenaga juga. Apalagi jika tidak memiliki pertahanan yang kuat dalam berdebat, tapi inginnya bisa menang. Akhirnya sering kali salah kaprah dengan caci-maki, umpatan atau merendahkan pihak lawan. Tentu ini dilarang dalam agama Islam.

Untuk itu, beberapa tips ini semoga bisa menjadi bekal dalam berdebat.

  1. Luruskan niat. 

    Seorang muslim harus senantiasa berniat ibadah dalam segala aktivitas. Beropini, berdiskusi, atau narsis di media sosial, adalah untuk silaturahmi, bersosial, bisnis, dan atau dakwah. Khusus dalam berdebat, sedapat mungkin niat kita adalah menjelaskan, menyampaikan, atau kalau berdebat adalah menjawab. Jauhi niat untuk menjatuhkan siapapun juga, khususnya lawan debat kita, sekalipun itu menyakitkan kita. Seperti menterwai pendapat orang, maki-maki, menghina (baik orangnya atau pendapatnya), dan lain-sebagainya. Karena itu hanya akan jadi dosa bagi kita. Orang belum tentu sadar, tapi kita malah mendapatkan kerugian karena dosa.

    Allah telah membimbing kita dalam Al-Qur’an :

    ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ


    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An-Nahl : 125)

  2. Hindari debat kusir. Jangan terlalu bernafsu mengubah prinsip seseorang.

    Perdebatan sengit atau debat kusir sering terjadi ketika masing-masing pihak memaksakan pendapatnya harus diterima. Dalam agama Islam debat kusir seperti itu jelas dilarang, walaupun kita boleh yakin pendapat kita benar. Karena didalamnya memang sering setan yang bicara. Anggaplah opininya benar, tapi karena emosi, akhirnya keburukan-keburukan lah – seperti caci-maki dan umpatan – yang membungkus kebenaran tersebut. Itu juga akan menyebabkan pihak lain yang sebenarnya mengakui kebenaran tersebut, jadi anti pati karena sudah emosi. Itulah hikmahnya kita harus menghindari perdebatan kusir.

    Contoh : dasar anjing lu, agama saja Islam tapi mbelain kafir.

    Sesuai firman Allah dalam surat An-Nahl 125, hanya Allah yang mengetahui seseorang itu tersesat atau mendapatkan petunjuk. Tugas kita sekedar menyampaikan bkn memaksa seseorang berubah pikiran.

  3. Kuasai ilmu agama dengan tepat

    Aqidah dan pemahaman agama yang benar sangat penting dalam modal bersosial, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Dengang pemahaman aqidah Islam yang benar, akan membentuk pola pikir yang terarah. Terhindar dari – seperti – jebakan kesesatan berpikir.

    Kita tahu banyak sekali ustad-ustad gadungan, tokoh-tokoh atau penulis online yang pintar dalam mengolah kata dan opini. Jika kita tidak memiliki modal dasar aqidah atau ilmu agama Islam yang benar, kita bisa saja mengikuti kata-kata mereka yang seolah-olah benar. Seolah-olah benar, karena kita tidak memiliki bantahan ilmu yang sepadan. Seolah-olah benar, padahal ada yang lebih benar.

    Contoh, ucapan “Saya protes ke FPI, karena itu mengganggu privacy orang lain”. Mengganggu privacy jelas tidak boleh, tapi pesta gay jelas lebih tidak boleh lagi. Jadi, kita harus melihat skala prioritas.

  4. Update selalu informasi yang berkembang
  5. Sabar dan tenang dalam menerima berita  sebelum share
  6. Jangan mudah menyerah

Tinggalkan komentar

Tahapan Kader

Untuk membuat lembaga dakwah memiliki acuan yang jelas, maka disini kami berikan catatan tahapan kaderisasi sesuai dengan organisasi DK yang lebih mengarah ke masyarakat umum. Syarat kader adalah sudah baligh.

Ada pun tahap kader dapat kami gambarkan dari yang paling sederhana seperti ini :

  1. Generasi DK
    Adalah kelompok merea yang memiliki kemauan belajar, tapi belum dievaluasi atau belum memenuhi standar sebagai muslim yang baik. Untuk itulah diperlukan pembelajaran dan kaderisasi (ngaji dengan kurikulum tertentu, atau sekolah Islam).
  2. Warga DK
    Adalah kelomok muslim yang sudah memiliki aqidah yang benar & menjalankan rukun Islam dengan benar. Artinya, pola pikir terhadap ketuhanan, kerasulan, dan kitab suci, qoda qodar (rukun iman) sudah benar. Juga bisa menjalankan syariat standard sebagai muslim dengan benar seperti menjalankan sholat 5 waktu, berjilbab untuk wanita, berzakat, & puasa romadlon (rukun Islam).
  3. Kader DK
    Selain memenuhi syarat standard aqidah dan syariah, seorang kader DK harus bisa baca Al-Qur’an dan akhlak yang baik. Akhlaq-akhlaq yang baik ini akan dijabarkan secara detil dalam buku Panduan Kader DK.
  4. Santri DK
    Selain syarat sebagai Kader DK, seorang Santri DK harus bisa baca Al-Qur’an dan minimal sedikit bahasa arab. Selain itu harus memahami beberapa hukum syariat, sehingga diperlukan pembinaan atau pendidikan syariah dan bisa diajarkan untuk masyarakat atau keluarga. Jadi harus lulus beberapa kitab standard hukum syariah seperti syariat sholat, aurot, nikah, dll. > ada kitab-kitab khususnya.
  5. Pejuang DK
    Berakidah benar, berakhlak baik, memahami syariat, dan mengambil peran dalam perjuangan / dakwah. Memahami konstelasi pemikiran dalam perang opini dan dakwah. Syarat-syarat disini diperlukan tes subyektif dari ustadz langsung.
  6. Pecinta DK : Masuk dalam struktur kepengurusan DK.

Tinggalkan komentar

Selamat Ulang Tahun #4 Zein, Do’a kami selalu untukmu

4 tahun yang lalu, tepat 30 November, sehari setelah kami pulang haji, kami ditawari bayi laki-laki. Kondisinya sehat, tapi berat badannya cuman 2.6kg, dan  di kepalanya membekas merah, seperti gesekan. Kata orangnya dikop (ditarik pakek tabung).  Ibunya, konon nggak mampu – atau gak mau – menghidupinya.

Kami semua menyayanginya. Kami bahagia saat itu mendapatkan momongan laki-laki, karena anak saya ketiganya perempuan. Anak pertama laki-laki meninggal karena prematur. Kakak-kakaknya juga sayang padanya.

Sampai umur dua tahun, pertumbuhannya normal-normal saja. Hanya ketika umur tiga bulan pernah opname karena infeksi paru-paru (kena susu) . Tapi sampai umur setahun lebih kondisinya baik-baik saja. Dia tumbuh dengan baik. Makannya banyak. Cerdas, cakep, dan lucu. Kami sangat bahagia melihat perkembangannya.

Sampai kemudian menginjak dua tahun, dia mulai sakit-sakitan. Kalau mencret atau batuk pilek susah sekali sembuhnya, pindah-pindah dokter tetap saja susah sembuh. Sehingga tak terhitung kami keluar masuk rumah sakit. Dan penyakit terakhir yang paling menyiksanya adalah radang paru-paru, semacam infeksi yang bikin ingusan terus-menerus dan batuk berdahak, sehingga hampir sebulan tidak sembuh-sembuh. Lalu, mencapai puncaknya ketika panas begitu tinggi dan masuk ICU.

Mungkin imunnya kurang kuat, karena nggak pernah pakai susu ASI, atau karena konslet saat persalinan, entahlah. Yang pasti setelah masuk ICU itulah, dunia terasa terbalik. Dia begitu menderita – kamipun juga tentunya – karena hampir tiap hari selama setengah tahun, dia kaget-kagetan, nangis, dan rewel.

Kalau sakit atau kecapekan sedikit, kejangnya jadi bertubi-tubi seharian. Sampai badannya lumpuh dan capek sekali. Habis terasa air mata kami melihat penderitaanya. Kami lakukan pengobatan kemana-mana, sampek ke Klaten, hanya untuk mencari yang tepat untuk mencegah kejangnya. Hampir setahun setengah, kami tidak menemukan pengobatan yang efektif, selain diberikan obat anti kejang – itupun saat kumat saja.

Malah, semakin hari memorinya hilang. Ekspresinya juga hilang. Nggak ada lagi senyum dan tawa, adanya cuman tatapan kosong.

Kadang pernah, karena salah dosis obat, pas sakit kejangnya bertubi-tubi, saya bawa rumah sakit, tidak terlalu signifikan juga redanya, akhirnya diberikan obat anti kejang oleh dokter dengan dosis cukup tinggi, sampek nggliyeng. Ya mirip orang pakai obat terlarang. Kontrol tubuhnya dan bicaranya kemana-mana. ya Allah ya Gusti…

Kini, setelah menginjak umur keempat, kami menemukan metode untuk meringankan kejangnya. Yaitu dengan bekam kepala. Kejang itu disebabkan oleh aliran darah yang tersumbat di daerah syaraf kepala, mungkin dengan bekam dan kadang-kadang pengobatan lintah ( agar pembuluh darah lancar ), sehingga kejangnya jadi reda.

Tak lupa, tiap pekan kami juga refleksi syaraf, agar otot-otot syaraf yang kram karena kejang bisa dinormalkan kembali. Jika lama gak kejang, ngilernya jadi berkurang, wajahnya yang kendor kenceng lagi. Jadi nggantengnya berangsur pulih kembali, termasuk motorik lidahnya (untuk mengunyah), dan cara jalannya jadi satu kesatuan. Jadi, saat ini makannya bubur halus, karena otot lidahnya kelu kalau sering kejang.

Hanya terkadang jika sakit – misalnya panas – kejangnya kumat lagi. Lalu otot syarafnya kram lagi, ya kendor lagi, lihat tatapan matanya foto bawah kanan. Ya Allah semoga paringi kesabaran. Do’akan kami.

Tinggalkan komentar

Lanjutan Wakaf Investasi

[4/4, 20:09] Iman Supriyono: Tentang perkumpulan yang akan kita bikin:
Saat ini sdh banyak lrmbaga yg mengumpulkan dana ZIS dan eksis seperti YDSF, LMI, yatim mandiri, dll. Yang belum ada, ngumpulkan dana wakaf tunai, menginvestasikannya, dan memggunakan laba investasinya untuk kepentingan sosial dakwah
Karena dana yg dikumpulkan adalah dana wakaf, jumlah aset tidak pernah menurun. Jumlah aset selalu bertambah seiring dengan waktu dan bertambahnya jumlah anggota.
Inilah yg kemudian akan berfungsi sebagai dana untuk menguasai saham perusahaan2 yang menjadi sumber2 ekonomi umat. Misal, harga 100% saham alfamart adalah sekitar 40 T (sudah termasuk premi). Suatu saat perkumpulan kita ini akann mampu membelinya. Secara logika ini sangat mungkin seiring terus bertambahnya anggota perkumpulan. Dengan konsep ini, tidak penting apakah ini sebagai wadah tunggal alumni jmmi atau bukan. Yg penting anggotanya tetus bertambah dan dana yang masuk sebagai wakaf anggota juga terus bertambah. Secara hukum, perkumpulan ini bersifat otonom. Sebagai badan hukum, Perkumpulan tidak bisa dimiliki oleh badan hukum lain apapun. Otoritas tertinggi sepenuhnya ada pada anggota melalui rapat anggota
Duwite full gawe kegiatan sosial seeprti: Mbiayai gaji pegawe masjid manarul ilmi misale
Beaseswa gawe mahaiswa its, Beasiswa anak2 kawan2 alumni jmmi, Biaya operasional perkumpulan, Mbangun masjid, Nyumbang SDIT al Uswah, dll dll. Jadi ada 2 kelompok dana yg dipisah: 1. dana investasi yaitu perolehan dari wakaf anggota (melalui iuran wajib anggota atau wakaf sukarela), 2.dana hasil investasi. No 1 hanya boleh bertambah, Tidak boleh dikurangi. No 2 dipakai untuk biaya operadional perkumpulan dan dana sosial
[4/4, 20:13] Iman Supriyono: pengelolaan dana wakaf dalam berinvestasi menggunakan prinsip2 investment company seperti berkshire hathaway nya warren buffet
[4/4, 20:14] Iman Supriyono: bedanya: mereka hasil investasi dibagikan sebagai dividen, kalo kita nanti hasil investasi full digunakan sebagai dana dakwah dan sosial
[4/4, 20:15] Iman Supriyono: dalam berinvestasi, perkumpulan bisa melaukannya sendiri atau melibatkan anggota sebagai pribadi
[4/4, 20:17] Iman Supriyono: jadi, misalnya kita akan membeli satu outlet lazizaa yang sudah berjalan baik (agar tidak berisiko) dengan harga katakan 600 jt, perkumpulan bisa misalnya menyedikan 100 jt, kemudian yang 500 jeti diperoleh dari anggota sebagai pribadi yang berminat. laba tiap bulan dibagi sesuai proporsi investasi masing masing pihak
[4/4, 20:17] Iman Supriyono: dengan demikian, interest ekonomi anggota diwadahi secara b2b dengan investee
[4/4, 20:17] Iman Supriyono: sedangkan yang melalui perkumpulan sifatnya full sosial dakwah. tidak ada interest ekonomi anggota dari dana perkumpulan
[4/4, 20:27] Iman Supriyono: Mengenai pemilihan investee, diserahjan sepenuhnya kepad pengurus
[4/4, 20:28] Iman Supriyono: tiap blan pengurus wajib membuat laporan keuangan akuntansi standar. tiap tahun ada laporan tahunan yang diaudit akuntan publik
[4/4, 20:28] Iman Supriyono: kalo pengurus dianggap wanprestasi, tinggal diganti melalui rapat anggota
[4/4, 20:31] ‪+62 813-5746-7722‬: Kalau investasi, terus misalnya rugi, siapa yg menanggung…?
[4/4, 20:31] Iman Supriyono: makanya ikut prinsiip investment company
[4/4, 20:31] Iman Supriyono: tidak boleh rugi
[4/4, 20:31] Iman Supriyono: coba scrolll keatas prinsip investasi investment company
[4/4, 20:34] ‪+62 851-0269-6988‬: Nek rugi yo management diganti
[4/4, 20:34] ‪+62 851-0269-6988‬: Sesuai klausul
[4/4, 20:34] Iman Supriyono: memang tidak ada yang 100% bebas risiko, yang bisa 100% hanya ALLAH SWT. tapi kita bisa baca dari track recordnya
[4/4, 20:34] Iman Supriyono: nah betul, nek rugi pengurus diganti
[4/4, 20:38] Iman Supriyono: betul, dan yang paling aman secara track record adalah apa yang dilakukan oleh invetment company
[4/4, 20:38] Iman Supriyono: jadi kalo bagi perkumpulan, investasi membangun outlet baru laziza itu ndak boleh
[4/4, 20:39] Iman Supriyono: yang boleh adalah membeli outlet yang telah ada dan terbukti berjalan baik sesuai harapan
[4/4, 20:39] Iman Supriyono: bedanya: membeli outletyang sudah jadi pasi harganya lebih mahal daripada bikin baru. perbedaan harga ini sebagaia premi penghindaran risiko
[4/4, 20:40] ‪+62 888-1895-194‬: Maaf jadi nimbrung… Itu maksudnya tidak boleh rugi atau tidak pernah rugi?
[4/4, 20:40] Iman Supriyono: tidak boleh rugi sebatas upaya manajemen
[4/4, 20:41] Iman Supriyono: iya, pada tahun pertama menrutut saya kita bisa kumpulkan dana paling tidak sekitar 600 jt untuk membeli satu outlet lazizaa yang sudah jadi
[4/4, 20:41] Iman Supriyono: mengelola: menginvestasikan
[4/4, 20:42] Iman Supriyono: kalo tidak menginvstasikan berarti sifatnya hanya mengumpulkan
[4/4, 20:42] Iman Supriyono: karena dana wakaf tidak boleh berkurang untuk alasan apapun
[4/4, 20:44] Iman Supriyono: trus kalau sudah berkumpul dipakai untuk apa?
[4/4, 20:44] Iman Supriyono: makanya, kerja pengurus adalah mengumpulkan dan menginvestasikan
[4/4, 20:45] Iman Supriyono: kalo hanya mengumpulkan maksud dakwah jadi ndak tercapai
[4/4, 20:45] Iman Supriyono: jadi kerja pengurus ada 3: mengumpulkan dana wakaf, menginvestasikan dan menggunakan hasil investasi untuk dana sosial dakwah
[4/4, 20:46] ‪+62 888-1895-194‬: Bicara ttg investasi, bicara utk jangka panjang
[4/4, 20:47] Iman Supriyono: betul. makanya kita belajar dari pengelola dana investasi yang sudah berumur puluhan tahun seperti berkshire hathawai di atas
[4/4, 20:47] Iman Supriyono: semua sudah ada ilmunya
[4/4, 20:47] Iman Supriyono: tinggal mengambil ilmu tsb dan mempraktekannya
[4/4, 20:49] ‪+62 813-5746-7722‬: Kalau saya, mulai yg mudah2 saja, iuran saja sukarela…untuk kepentingan sosial dan dakwah.. Misalnya, proyek pertama untuk umroh pak mi’an…
[4/4, 20:49] Iman Supriyono: kalo itu sudah dilakukan oleh banyak pihak cak wahyu
[4/4, 20:49] Iman Supriyono: tidak ada yang sederhana dalam manajemen
[4/4, 20:50] Iman Supriyono: makanya perusahaan pasti butuh konsullta manajemen
[4/4, 20:50] Iman Supriyono: secara pribadi, saya tidak bersedia jadi pengurus perkumpulan, karena bertentangan dengan kode etik konsultan
[4/4, 20:56] Iman Supriyono: kalo sebagai aset ukurannya adalah laporan keuangan yang diautit akuntan publik
[4/4, 20:57] Iman Supriyono: (neraca, laba rugi, arus kas, perubahan modal)
[4/4, 20:58] Iman Supriyono: itulah upaya manajerial untuk menjaga agar aset tidak berkurang

Tinggalkan komentar

Konsep Investment Company

[4/2, 12:34] Iman Supriyono: Next step supaya lebih konkrit: bikin badan hukum berbentuk perkumpulan JMMI sak lawase. Ada rekening bank atas nama perkumpulan tsb. Catatan: perkumpulan adalah badan hukum nonprofit dimana otoritas tertinggi ada pada rapat anggota
[4/2, 12:35] Iman Supriyono: Nanti setiap ada proyek yg melibatkan sinergi alumni ada fee masuk ke rek tsb
[4/2, 12:35] Iman Supriyono: Dananya ditanamkan u investasi aman sesuai standar investment company
[4/2, 12:36] Iman Supriyono: Misal: beli outlet lazizaa nya cak Yudha yg sudah berjalan baik
[4/2, 12:36] Iman Supriyono: Hasil investasinya digunakan u kegiatan sosial
[4/2, 12:38] Iman Supriyono: Jadi aset terus menerus bertambah berfungsi untuk penguasaan ekonomi ummat
[4/2, 12:40] Iman Supriyono: Hasil labanya makin banyak masalah sosial yg bisa dihandle
[4/2, 12:45] Iman Supriyono: Beda perkumpulan dgn yayasan: otorutas tertinggi yayasan ada pada dewan pembina, perkumpulan pada anggotaa

[4/2, 13:05] Iman Supriyono: Kedepan, perkumpukan JMMI sak lawase sebagai badan hukum bisa mendirikan perseroan terbatas dengan kepemilikan 99,99% pada badan hukum perkumpulan
[4/2, 13:06] Iman Supriyono: Perseroan terbatasnya bergerak sebagai investment company seperti berkshire hathaway nya warren buffet
[4/2, 13:08] Iman Supriyono: Keanggotaan perkumpulan jmmi sak.lawase terus bertambah seiring bertambahnya alumni jmmi tiap tahun
[4/2, 13:09] Iman Supriyono: Anggota dikenakan iuran wajib dengan nominal tertentu dengan transfer langsung ke rek bank atas nama perkumpulan jmmi sak lawase
[4/2, 13:09] Iman Supriyono: Ini juga menjadi sumber pemupukan modal investasi
[4/2, 13:10] Iman Supriyono: Potensinya dana bisa jadi puluhan trilyun
[4/2, 13:10] Iman Supriyono: Karena makin tahun jumpah anghota makin bertamah
[4/2, 13:11] Iman Supriyono: Dan dengan demikian laba yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial juga makin banyak
[4/2, 13:26] Iman Supriyono: Beda koperasi dgn perkumpulan: anggota koperasi bisa mengambil laba, anggo perkumpulan tidak. Bagi anggota, Perkumpulan murni sosial tanpa interest ekonomi sama sekali. Tapi perkummpulan sebagai badan hukum tetap bisa berbisnis
[4/2, 13:31] Iman Supriyono: Badan hukum ada 4. 2 bisnis, 2 non profit. Badan hukum bisnis: koperasi dan PT. Badan hukum non profit: yayasan n perkumpulan
[4/2, 13:32] Iman Supriyono: Cv bukan badan hukum
[4/2, 13:32] Iman Supriyono: Cv adalah badan usaha tak berbadan hukum
[4/2, 13:50] Iman Supriyono: Sejauh ini apa yg kita lakukan selalu betsifat non formal
[4/2, 13:50] Iman Supriyono: Perkumpulan akan memformalkannya
[4/2, 13:51] Iman Supriyono: Bukan sekedar formal tapi formal yang ditempeli aset, termasuk aset properti
[4/2, 13:51] Iman Supriyono: Dan aset saham perseroan terbatas
[4/2, 13:52] Iman Supriyono: Ini yg akan menjado sangat strategis

Tinggalkan komentar

Mudah berkompetisi, susah berkolaborasi. Susah memimpin, susah dipimpin.

Tempo hari, saya kedatangan seorang muda (23 tahunan) yang sedang mendirikan usaha bersama beberapa temannya. Mereka mau berkolaborasi dalam usaha kuliner. Kebetulan datang ke kantor saya mau menyewa tempat saya.Dari dulu, saya memang tidak sekedar ingin menyewakan tempat sekedar kepada mereka yang memiki uang cukup. Tapi, saya nilai kesiapan mental mereka dalam memulai usaha.

Pertama, saya menanyakan tentang konsep jualan mereka. Dari konsep ini, saya nilai 50% mereka akan berhasil. Karena, semangatnya lebih besar daripada kesiapan konsepnya itu sendiri. Tapi, kesimpulan ini tentu saja 50% saya bisa benar, bisa salah. Karena faktor keberhasilan dari konsep itu sangat relatif…

Yang kedua, yang saya tanyakan adalah kesiapan modal mereka. Ini juga porsinya untuk mengukur tingkat keberanian mereka dalam memulai usaha. Dan sebenarnya tidak terlalu penting. Dan ternyata mereka siap mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk memulai usaha, walaupun untuk menyewa tempat saya (minimal dua tahun), ditambah dengan biaya-biaya lain ternyata  tidak cukup. Kebetulan sih sebenarnya tidak saya sewakan hehehe..

Nah, yang ketiga ini, yang saya tanyakan adalah : dari empat orang tersebut, siapa pemimpinnya. Ini saya tanyakan karena kebanyakan kolaborasi dalam bisnis orang jawa, yang dibentuk oleh pertemanan beberapa orang, entah yang benar Indonesia secara umum, pasti menganggap bahwa semua pihak itu memiliki peran yang penting, dan karena semua penting, maka hak dan kedudukannya sama! Akhirnya semua merasa jadi pemimpin! Dan, karena semua merasa memimpin, maka setelah jalan, ada yang susah memimpin dan ada yang susah dipimpin.

Dan, dugaanku benar, ternyata mereka tidak miliki pemimpin! Memang keempatnya memiliki hak dan kewajiban yang berbeda-beda, tapi tidak ada yang berhak memimpin satu sama lainnya. Saya katakan : usaha dan persahabatanmu itu justru akan hancur kalau usahamu nanti jalan lho…

Tinggalkan komentar

Membangun Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kelompok Dengan Teknologi RekanKita

Trend Transaksi Mobile

Perkembangan Bisnis di Era Mobile

Dunia digital sudah semakin mewarnai kehidupan kita. Jika tidak segera bisa menyelaraskan diri dengan kondisi yang ada, tidak berlebihan jika bisa dikatakan kita akan menjadi bagian di bawah dari roda kehidupan. Lihat saja orang dulu terbiasa pagi-pagi membaca koran, kini bangun pagi cek facebook, cek berita online, cek twitter di hp mereka masing-masing. Kemana-mana kita selalu bawa handset, kalo nongkrong, di lift, nunggu teman, nunggu menu makanan, yang dibuka ya handphonenya. Entah cek sms, chat, atau status mereka di social network.

Kehidupan sosial juga berubah, kalao dulu kita berhubungan dekat dengan tetangga, tapi sekarang dekat dan jauh tidak lagi dihubungkan dengan jarak tempat, tapi jarak komunikasi. Seberapa dekat kita berkomunikasi, sudah tidak ada beda antara satu RT atau lain negara, kalau bisa chat dan twitteran, ya gak ada bedanya. Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar