Membangun Koperasi Berbasis IT

Latar Belakang 

Mendirikan koperasi berbasis atau beranggotakan para profesional IT tentu hal baru. Dan tentu tidak bisa sekedar disamakan dengan jenis koperasi-koperasi yang lainnya. Karena berbasis bidang, tentu disini ada produk, jasa, maupun perusahaan. Dan bergerak di aneka macam layanan. Apalagi basis produknya adalah milik anggotanya. Jadi, yang produktif adalah anggotanya. Tapi bukan berarti koperasinya tidak bisa memiliki penghasilan. Masih ada peluang-peluang yang bisa dikerjakan.

Koperasi seperti ini harus diperlakukan secara khusus. Tidak bisa disamakan dengan koperasi simpan pinjam, koperasi konsumsi, atau koperasi produksi murni. Yang, orang bisa saja taruh uang, lalu mendapatkan penghasilan sesuai dengan besaran uangnya yang masuk dengan usaha yang sudah pasti.

Bahkan koperasi produksi, yang pada umumnya juga mengembangkan usaha anggota yang sudah ada, itupun dengan proses yang tidak mudah. Karena ada bermacam beresiko yang kita tanggung kalau tidak hati-hati.

Tujuan Koperasi

Perlu diingat, berbeda dengan koperasi produksi yang murni, koperasi IT disini adalah bertujuan menjadi jembatan antara anggota dan masyarakat untuk memakai produk-produk IT yang dimiliki anggota. Kecuali nanti sudah ditemukan produk yang layak – yang disepakati anggota – untuk dipakai sebagai produk resmi koperasi atau dipakek sebagai sistem resmi koperasi. Jadi lebih bersifat koperasi asosiasi. Jadi lebih dekat kepada koperasi non profit.

Nah, disinilah diperlukan kehati-hatian melangkah atau mengambil keputusan. Terlalu gegabah mengambil produk anggota sebagai produk koperasi akan berakibat buruk pada kualitas layanan ke masyarakat, jika persiapan kurang matang. Kedua, juga bisa timbul ketimpangan atau kecemburuan sosial pada anggota yang lain jika tidak diperlakukan secara adil. Misalnya, jangan sampai ada kasak-kusuk, kenapa produk yang dipakek kok produknya A, bukan produk saya?

Tentang Produk IT yg dipakai atau dijual koperasi 

Untuk tahap awal, kami menghimbau yang perlu dirumuskan terlebih dahulu adalah produk IT yang mungkin akan dipakai oleh koperasi. Sedangkan produk yang akan dijual koperasi, kami menghimbau agar dipikirkan beberapa waktu lagi. Sampai ketemu momen atau kondisi yang memadai. Karena kedua langkah ini rawan konflik kepentingan antar anggotanya.

Saat di awal ini, ada baiknya kita melakukan langkah yang lain, misalnya database dan sertifikasi produk, jasa atau layanan anggota.

Untuk produk yang mungkin akan dipakai oleh sistem koperasi, misalnya sistem keuangan dan database produk anggota, ada baiknya tetap melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Semua keputusan terhadap usaha, adalah harus dilakukan dalam Rapat Anggota. Tidak boleh hasil keputusan pengurus.
  2. Untuk produk yang akan digunakan koperasi, harus disetujui oleh mayoritas anggota lewat forum RAPAT ANGGOTA (RA).
  3. Kontrak perjanjian pekerjaan antara koperasi dan penyedia harus memiliki kaidah kontrak kerjasama antara dua perusahaan. Bukan seperti anggota kepada koperasinya. Sekalipun bersifat hibah. Agar tidak tercipta rasa memiliki peran lebih besar daripada anggota lain.

 

Tentang Produk yang Dipromosikan Koperasi 

Jika koperasi memang bertugas membina banyak usaha IT, tentunya harus bisa bersikap adil terhadap semua anggota koperasi. Baik pemula maupun yang matang. Baik yang junior maupun senior. Oleh karena itu beberapa langkah yang bisa ditempuh  antara lain:

  1. Koperasi tidak akan terlibat pada kerjasama yang dilakukan anggota. Koperasi cukup menjadi referensi produk anggotanya.
  2. Koperasi cukup memiliki daftar usaha, produk atau keahlian (jasa) dari para anggotanya masing-masing. Dengan atribut-atribut netral (tanpa kepentingan) seperti : Nama usaha, jasa atau produk yang dihasilkan, jml karyawan, kantor perusahaan, sertifikasi keahlian tenaga ahlinya, pengalaman, dll.
  3. Maksimal dari pihak koperasi adalah melakukan uji sertifikasi terhadap produk atau layanan anggota tersebut.
  4. Jumlah iuran pokok dan wajib anggota adalah sama, sehingga semua anggota tidak diperlakukan berbeda. Ada beberapa kelompok anggota seperti anggota pribadi Walaupun jumlah iuran sukarela tidak sama.

 

Untuk bidang usaha yang bersifat asosiasi, ada baiknya koperasi mmg tidak menempatkan diri sebagai makelar produk. Misalnya pengurus sampai harus mengurus negosiasi produk atau proyek untuk anggotanya. Beberapa pertimbangannya :

Pertama, positif yang didapat mungkin koperasi cepat memperoleh komisi dari penjualan, akan tetapi akibat buruknya akan lebih besar. Toh koperasi tidak bertujuan profit. Jadi, profit tidak perlu dikejar, cukup sekedar operasional, dan operasional bisa diperoleh dari iuran anggota.

Kedua, kecemburuan atau konflik kepentingan antar anggota. Bagaimanapun, pastinya antar anggota memiliki kemampuan dan produk yang mirip atau sama. Penilaian bahwa yang layak ini atau itu pasti tidak terlepas dari subyektifitas. Atau minimal obyektifitas yang subyektif. Inilah yang bisa menimbulkan perpecahan antar anggota saja. Dan kalau sudah timbul perpecahan, maka akan banyak anggota yang tidak nyaman dan akan mundur pelan-pelan. Yang pada akhirnya bisa membuyarkan koperasi.

Ketiga, pengurus akan masuk kepada kesibukan-kesibukan teknis. Sehingga tidak akan memikirkan kepentingan bersama, tapi kepentingan sekelompok tertentu atau pribadi masing-masing sesuai proyek yang dikerjakan. Oleh karena itu, tidak boleh sebuah proyek diurus oleh atas nama pengurus. Setiap ada bentuk kerjasama atau promosi bersama, maka pihak pengurus hanya akan mereferensikan, sedangkan kelanjutan kerjasamanya akan dibahas oleh kedua belah pihak secara pribadi diluar koperasi.

Keempat, menyelamatkan nama baik koperasi dari kerjasama-kerjasama yang gagal atau wan prestasi. Karena pihak koperasi hanya mereferensikan secara terbatas, sedangkan keputusan terhadap deal akhirnya adalah tanggung jawab masing-masing pihak.

Potensi Pendapatan Koperasi 

Walaupun koperasi mungkin tidak mendapatkan pendapatan dari komisi proyek, tapi tetap bisa didapat dari beberapa aktivitas seperti :

  1. Pembuatan katalog produk atau jasa ( saat ada pameran atau seminar )
  2. Verified company, produk atau keahlian ( di web atau katalog )

Tentu saja dua hal ini bukan profit oriented, tapi setidaknya bisa menambah biaya operasional.

 

Tinggalkan komentar

Min Aina?

Seorang muslim sejati, itu dibentuk dengan tiga pondasi dasar : aqidah, tazkiyah & tsaqofah. Aqidah bicara tentang kesadaran sebagai makhluk atau hamba yang berTuhan. Ini modal utama agar manusia senantiasa menjaga sikap dan perilakunya agar terjaga dari perbuatan-perbuatan buruk, dan sesuai dengan kehendak penciptanya.

Tazkiyah adalah kebersihan hati. Kebersihan hati akan memancarkan cinta dan kasih sayang. Dan mudah menerima kebenaran dan petunjuk dari Allah SWT.

Tsaqofah adalah wawasan dan pengetahuan. Tanpa modal wawasan dan pengetahuan, akan mudah terombang-ambing atau terpengaruh buruk lingkungan sekitar.

Jika kamu memiliki ketiga unsur ini dengan baik. Insya Allah kamu siap menjadi insan yang ideal.

Tinggalkan komentar

Kader DK

Etika Ukhuwah

  • Etika Berteman / Bersahabat
    • Saling mencintai. Membantu yg dibutuhkan atau kesusahan.
    • Lakukan pengorbanan (asal tidak berlebihan, misalnya melanggar hukum) jika diperlukan. Pengorbanan akan membuat kamu berarti di mata sahabat.
    • Kepada wanita / yang lebih lemah harus melindungi.
    • Bercanda tidak melewati batas ( misalnya menyakiti perasaan atau fisik )
    • Jika berkonflik/bertengkar, usahakan cari titik temu, tidak emosi atau menang sendiri. Permudah minta maaf.
    • Jika menemukan teman yang brengsek, jangan takut. Kamu harus jadi pemberani, dan lebih berani daripada si brengsek. Babak belur membela kebenaran adalah sebuah jihad.
  • Etika Berteman Dengan Lawan Jenis
  • Etika Berpakaian
  • Etika bermedia sosial / berhubungan sosial dalam dunia maya

 

Etika Dalam Keilmuan / Sekolah

  • Etika kepada teman, sesama siswa / santri, senior & junior
    • Semua etika dalam berteman spt diatas
    • Kepada junior menyayangi dan membimbing.
    • Kepada senior menghormati.
  • Etika kepada guru / ustadz
    • Mencium tangan kepada guru ketika salaman
    • Pakai bahasa yg halus / kromo
    • Agak menunduk ketika bicara atau bertatap muka / tidak tatap mata langsung
    • Mendengar dengan seksama ketika guru bicara, tidak memotong pembicaraan.

Etika Dalam Keluarga

  • Etika Kepada Saudara
    • Semua etika teman diatas.
    • Mencium tangan ketika salaman kepada yg lebih tua
  • Etika Kepada Orang Tua
  • Etika Kepada Tamu
  • Etika Kepada Tetangga

Etika Dalam Berorganisasi / berpolitik

  • Prinsip / sikap kepada jabatan / amanah
  • Etika terhadap sesama anggota organisasi atau sesama pengurus
  • Etika sikap kepada lawan debat / lawan politik
  • Etika berpolitik di media sosial

Etika Muamalah / Perdagangan

  • Etika jual beli / berdagang
  • Etika dalam membuat produk
  • Etika dalam bekerjasama

Etika Profesionalisme

  • Etika Dalam Bekerja
  • Bersikap Kepada Atasan, Kepada Sejawat & Kepada Mitra
  • Etika Dalam Berbisnis / Bermitra

Tinggalkan komentar

Cyber War

Cyber War sebenarnya ada beberapa jenis. Jenis peperangan fisik (gangguan pada hardware atau software), atau peperangan pemikiran. Tentu, sebagai kalangan aktivis dakwah, kita fokus pada perang pemikiran.

Area cyber war, dalam dunia maya terbagi menjadi beberapa bagian :

(1) Media online atau Blog.


Media online, baik resmi maupun tak resmi, sangat berpengaruh pada penyebaran opini atau berita. Disini ada dua faktor sebuah berita bisa menjadi medan perebutan opini yaitu perang share, dan perang komentar.

Untuk membuat sebuah media online sebenarnya tidak susah, seperti bikin portalpiyungan, postmetro, seword, dll – yang dituduh media hoax karena tidak resmi -. Cukup copas dari media resmi atau medsos lalu dikasih judul agak provokatif. Bahkan bisa saja komentar dari salah seorang tokoh yang kurang terkenal, lalu dijadikan berita.

Kemudian, akan dishare2 oleh akun2 di medsos untuk menjadi topik obrolan atau diskusi.

Dari sisi biaya bisa dari pendapatan adsense ataupun dana pribadi.

(2) Facebook.

Dengan beragamnya pertemanan di facebook, juga group-group umum yang didasarkan bukan pada kelompok ideologi, disinilah lahan cyber war. Dalam kerumunan facebook, ada beberapa tipe manusia. Ada yang menjadi trend setter, debater, dan ada yang menjadi follower. Tentu, dalam strata sosial, tokoh trendsetter menjadi tokohnya, dan follower semacam menjadi ummatnya atau buzzernya. Sedangkan debater adalah di tengah-tengah, mereka sering berdebat walaupun tidak sering membuat inisiatif status atau sekedar share pendapat dari tokoh lain atau dari media online.

 

dan (3) Twitter.

Tips Berdebat dalam Media Sosial 

Dalam Surat Al-Maidah 54, salah satu mukmin unggulan yang dibanggakan Allah SWT adalah tidak takut terhadap cacian (bulliying) orang yang mencaci (pembully). Inilah salah satu ciri pejuang dakwah media sosial.

Tapi, seringkali memang berdebat di media sosial menguras fikiran – akhirnya tenaga juga. Apalagi jika tidak memiliki pertahanan yang kuat dalam berdebat, tapi inginnya bisa menang. Akhirnya sering kali salah kaprah dengan caci-maki, umpatan atau merendahkan pihak lawan. Tentu ini dilarang dalam agama Islam.

Untuk itu, beberapa tips ini semoga bisa menjadi bekal dalam berdebat.

  1. Luruskan niat.  Seorang muslim harus senantiasa berniat ibadah dalam segala aktivitas. Beropini, berdiskusi, atau narsis di media sosial, adalah untuk silaturahmi, bersosial, bisnis, dan atau dakwah. Khusus dalam berdebat, sedapat mungkin niat kita adalah menjelaskan, menyampaikan, atau kalau berdebat adalah menjawab. Jauhi niat untuk menjatuhkan siapapun juga, khususnya lawan debat kita, sekalipun itu menyakitkan kita. Seperti menterwai pendapat orang, maki-maki, menghina (baik orangnya atau pendapatnya), dan lain-sebagainya. Karena itu hanya akan jadi dosa bagi kita. Orang belum tentu sadar, tapi kita malah mendapatkan kerugian karena dosa.Allah telah membimbing kita dalam Al-Qur’an :

    ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ


    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An-Nahl : 125)

  2. Hindari debat kusir. Jangan terlalu bernafsu mengubah prinsip seseorang.Perdebatan sengit atau debat kusir sering terjadi ketika masing-masing pihak memaksakan pendapatnya harus diterima. Dalam agama Islam debat kusir seperti itu jelas dilarang, walaupun kita boleh yakin pendapat kita benar. Karena didalamnya memang sering setan yang bicara. Anggaplah opininya benar, tapi karena emosi, akhirnya keburukan-keburukan lah – seperti caci-maki dan umpatan – yang membungkus kebenaran tersebut. Itu juga akan menyebabkan pihak lain yang sebenarnya mengakui kebenaran tersebut, jadi anti pati karena sudah emosi. Itulah hikmahnya kita harus menghindari perdebatan kusir.Contoh : dasar anjing lu, agama saja Islam tapi mbelain kafir.

    Sesuai firman Allah dalam surat An-Nahl 125, hanya Allah yang mengetahui seseorang itu tersesat atau mendapatkan petunjuk. Tugas kita sekedar menyampaikan bkn memaksa seseorang berubah pikiran.

  3. Kuasai ilmu agama dengan tepatAqidah dan pemahaman agama yang benar sangat penting dalam modal bersosial, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Dengang pemahaman aqidah Islam yang benar, akan membentuk pola pikir yang terarah. Terhindar dari – seperti – jebakan kesesatan berpikir.Kita tahu banyak sekali ustad-ustad gadungan, tokoh-tokoh atau penulis online yang pintar dalam mengolah kata dan opini. Jika kita tidak memiliki modal dasar aqidah atau ilmu agama Islam yang benar, kita bisa saja mengikuti kata-kata mereka yang seolah-olah benar. Seolah-olah benar, karena kita tidak memiliki bantahan ilmu yang sepadan. Seolah-olah benar, padahal ada yang lebih benar.

    Contoh, ucapan “Saya protes ke FPI, karena itu mengganggu privacy orang lain”. Mengganggu privacy jelas tidak boleh, tapi pesta gay jelas lebih tidak boleh lagi. Jadi, kita harus melihat skala prioritas.

  4. Update selalu informasi yang berkembang
  5. Sabar dan tenang dalam menerima berita  sebelum share
  6. Jangan mudah menyerah

Tinggalkan komentar

Tahapan Kader

Untuk membuat lembaga dakwah memiliki acuan yang jelas, maka disini kami berikan catatan tahapan kaderisasi sesuai dengan organisasi DK yang lebih mengarah ke masyarakat umum. Syarat kader adalah sudah baligh.

Dengan model buku acuan kader ini, sekalipun mereka tidak menjadi bagian dari keluarga besar DK, tetap bisa menjadi insan muslim yang baik, yang memiliki standard keIslaman yang benar. Dan bertahap.

Dan DK kita harapkan bisa mengeluarkan sertifikasi dalam tiap tahapan dakwah tersebut. Bukan untuk menilai amal ibadah mereka, tapi agar tiap individu memiliki nilai juang yang empiris. Jadi, jika seseorang sekarang statusnya Generasi DK, dia harus bisa mencapai status Warga DK dan paham apa yang harus diperjuangkan mulai sekarang.

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar

Selamat Ulang Tahun #4 Zein, Do’a kami selalu untukmu

4 tahun yang lalu, tepat 30 November, sehari setelah kami pulang haji, kami ditawari bayi laki-laki. Kondisinya sehat, tapi berat badannya cuman 2.6kg, dan  di kepalanya membekas merah, seperti gesekan. Kata orangnya dikop (ditarik pakek tabung).  Ibunya, konon nggak mampu – atau gak mau – menghidupinya.

Kami semua menyayanginya. Kami bahagia saat itu mendapatkan momongan laki-laki, karena anak saya ketiganya perempuan. Anak pertama laki-laki meninggal karena prematur. Kakak-kakaknya juga sayang padanya.

Sampai umur dua tahun, pertumbuhannya normal-normal saja. Hanya ketika umur tiga bulan pernah opname karena infeksi paru-paru (kena susu) . Tapi sampai umur setahun lebih kondisinya baik-baik saja. Dia tumbuh dengan baik. Makannya banyak. Cerdas, cakep, dan lucu. Kami sangat bahagia melihat perkembangannya.

Sampai kemudian menginjak dua tahun, dia mulai sakit-sakitan. Kalau mencret atau batuk pilek susah sekali sembuhnya, pindah-pindah dokter tetap saja susah sembuh. Sehingga tak terhitung kami keluar masuk rumah sakit. Dan penyakit terakhir yang paling menyiksanya adalah radang paru-paru, semacam infeksi yang bikin ingusan terus-menerus dan batuk berdahak, sehingga hampir sebulan tidak sembuh-sembuh. Lalu, mencapai puncaknya ketika panas begitu tinggi dan masuk ICU.

Mungkin imunnya kurang kuat, karena nggak pernah pakai susu ASI, atau karena konslet saat persalinan, entahlah. Yang pasti setelah masuk ICU itulah, dunia terasa terbalik. Dia begitu menderita – kamipun juga tentunya – karena hampir tiap hari selama setengah tahun, dia kaget-kagetan, nangis, dan rewel.

Kalau sakit atau kecapekan sedikit, kejangnya jadi bertubi-tubi seharian. Sampai badannya lumpuh dan capek sekali. Habis terasa air mata kami melihat penderitaanya. Kami lakukan pengobatan kemana-mana, sampek ke Klaten, hanya untuk mencari yang tepat untuk mencegah kejangnya. Hampir setahun setengah, kami tidak menemukan pengobatan yang efektif, selain diberikan obat anti kejang – itupun saat kumat saja.

Malah, semakin hari memorinya hilang. Ekspresinya juga hilang. Nggak ada lagi senyum dan tawa, adanya cuman tatapan kosong.

Kadang pernah, karena salah dosis obat, pas sakit kejangnya bertubi-tubi, saya bawa rumah sakit, tidak terlalu signifikan juga redanya, akhirnya diberikan obat anti kejang oleh dokter dengan dosis cukup tinggi, sampek nggliyeng. Ya mirip orang pakai obat terlarang. Kontrol tubuhnya dan bicaranya kemana-mana. ya Allah ya Gusti…

Kini, setelah menginjak umur keempat, kami menemukan metode untuk meringankan kejangnya. Yaitu dengan bekam kepala. Kejang itu disebabkan oleh aliran darah yang tersumbat di daerah syaraf kepala, mungkin dengan bekam dan kadang-kadang pengobatan lintah ( agar pembuluh darah lancar ), sehingga kejangnya jadi reda.

Tak lupa, tiap pekan kami juga refleksi syaraf, agar otot-otot syaraf yang kram karena kejang bisa dinormalkan kembali. Jika lama gak kejang, ngilernya jadi berkurang, wajahnya yang kendor kenceng lagi. Jadi nggantengnya berangsur pulih kembali, termasuk motorik lidahnya (untuk mengunyah), dan cara jalannya jadi satu kesatuan. Jadi, saat ini makannya bubur halus, karena otot lidahnya kelu kalau sering kejang.

Hanya terkadang jika sakit – misalnya panas – kejangnya kumat lagi. Lalu otot syarafnya kram lagi, ya kendor lagi, lihat tatapan matanya foto bawah kanan. Ya Allah semoga paringi kesabaran. Do’akan kami.

Tinggalkan komentar

Lanjutan Wakaf Investasi

[4/4, 20:09] Iman Supriyono: Tentang perkumpulan yang akan kita bikin:
Saat ini sdh banyak lrmbaga yg mengumpulkan dana ZIS dan eksis seperti YDSF, LMI, yatim mandiri, dll. Yang belum ada, ngumpulkan dana wakaf tunai, menginvestasikannya, dan memggunakan laba investasinya untuk kepentingan sosial dakwah
Karena dana yg dikumpulkan adalah dana wakaf, jumlah aset tidak pernah menurun. Jumlah aset selalu bertambah seiring dengan waktu dan bertambahnya jumlah anggota.
Inilah yg kemudian akan berfungsi sebagai dana untuk menguasai saham perusahaan2 yang menjadi sumber2 ekonomi umat. Misal, harga 100% saham alfamart adalah sekitar 40 T (sudah termasuk premi). Suatu saat perkumpulan kita ini akann mampu membelinya. Secara logika ini sangat mungkin seiring terus bertambahnya anggota perkumpulan. Dengan konsep ini, tidak penting apakah ini sebagai wadah tunggal alumni jmmi atau bukan. Yg penting anggotanya tetus bertambah dan dana yang masuk sebagai wakaf anggota juga terus bertambah. Secara hukum, perkumpulan ini bersifat otonom. Sebagai badan hukum, Perkumpulan tidak bisa dimiliki oleh badan hukum lain apapun. Otoritas tertinggi sepenuhnya ada pada anggota melalui rapat anggota
Duwite full gawe kegiatan sosial seeprti: Mbiayai gaji pegawe masjid manarul ilmi misale
Beaseswa gawe mahaiswa its, Beasiswa anak2 kawan2 alumni jmmi, Biaya operasional perkumpulan, Mbangun masjid, Nyumbang SDIT al Uswah, dll dll. Jadi ada 2 kelompok dana yg dipisah: 1. dana investasi yaitu perolehan dari wakaf anggota (melalui iuran wajib anggota atau wakaf sukarela), 2.dana hasil investasi. No 1 hanya boleh bertambah, Tidak boleh dikurangi. No 2 dipakai untuk biaya operadional perkumpulan dan dana sosial
[4/4, 20:13] Iman Supriyono: pengelolaan dana wakaf dalam berinvestasi menggunakan prinsip2 investment company seperti berkshire hathaway nya warren buffet
[4/4, 20:14] Iman Supriyono: bedanya: mereka hasil investasi dibagikan sebagai dividen, kalo kita nanti hasil investasi full digunakan sebagai dana dakwah dan sosial
[4/4, 20:15] Iman Supriyono: dalam berinvestasi, perkumpulan bisa melaukannya sendiri atau melibatkan anggota sebagai pribadi
[4/4, 20:17] Iman Supriyono: jadi, misalnya kita akan membeli satu outlet lazizaa yang sudah berjalan baik (agar tidak berisiko) dengan harga katakan 600 jt, perkumpulan bisa misalnya menyedikan 100 jt, kemudian yang 500 jeti diperoleh dari anggota sebagai pribadi yang berminat. laba tiap bulan dibagi sesuai proporsi investasi masing masing pihak
[4/4, 20:17] Iman Supriyono: dengan demikian, interest ekonomi anggota diwadahi secara b2b dengan investee
[4/4, 20:17] Iman Supriyono: sedangkan yang melalui perkumpulan sifatnya full sosial dakwah. tidak ada interest ekonomi anggota dari dana perkumpulan
[4/4, 20:27] Iman Supriyono: Mengenai pemilihan investee, diserahjan sepenuhnya kepad pengurus
[4/4, 20:28] Iman Supriyono: tiap blan pengurus wajib membuat laporan keuangan akuntansi standar. tiap tahun ada laporan tahunan yang diaudit akuntan publik
[4/4, 20:28] Iman Supriyono: kalo pengurus dianggap wanprestasi, tinggal diganti melalui rapat anggota
[4/4, 20:31] ‪+62 813-5746-7722‬: Kalau investasi, terus misalnya rugi, siapa yg menanggung…?
[4/4, 20:31] Iman Supriyono: makanya ikut prinsiip investment company
[4/4, 20:31] Iman Supriyono: tidak boleh rugi
[4/4, 20:31] Iman Supriyono: coba scrolll keatas prinsip investasi investment company
[4/4, 20:34] ‪+62 851-0269-6988‬: Nek rugi yo management diganti
[4/4, 20:34] ‪+62 851-0269-6988‬: Sesuai klausul
[4/4, 20:34] Iman Supriyono: memang tidak ada yang 100% bebas risiko, yang bisa 100% hanya ALLAH SWT. tapi kita bisa baca dari track recordnya
[4/4, 20:34] Iman Supriyono: nah betul, nek rugi pengurus diganti
[4/4, 20:38] Iman Supriyono: betul, dan yang paling aman secara track record adalah apa yang dilakukan oleh invetment company
[4/4, 20:38] Iman Supriyono: jadi kalo bagi perkumpulan, investasi membangun outlet baru laziza itu ndak boleh
[4/4, 20:39] Iman Supriyono: yang boleh adalah membeli outlet yang telah ada dan terbukti berjalan baik sesuai harapan
[4/4, 20:39] Iman Supriyono: bedanya: membeli outletyang sudah jadi pasi harganya lebih mahal daripada bikin baru. perbedaan harga ini sebagaia premi penghindaran risiko
[4/4, 20:40] ‪+62 888-1895-194‬: Maaf jadi nimbrung… Itu maksudnya tidak boleh rugi atau tidak pernah rugi?
[4/4, 20:40] Iman Supriyono: tidak boleh rugi sebatas upaya manajemen
[4/4, 20:41] Iman Supriyono: iya, pada tahun pertama menrutut saya kita bisa kumpulkan dana paling tidak sekitar 600 jt untuk membeli satu outlet lazizaa yang sudah jadi
[4/4, 20:41] Iman Supriyono: mengelola: menginvestasikan
[4/4, 20:42] Iman Supriyono: kalo tidak menginvstasikan berarti sifatnya hanya mengumpulkan
[4/4, 20:42] Iman Supriyono: karena dana wakaf tidak boleh berkurang untuk alasan apapun
[4/4, 20:44] Iman Supriyono: trus kalau sudah berkumpul dipakai untuk apa?
[4/4, 20:44] Iman Supriyono: makanya, kerja pengurus adalah mengumpulkan dan menginvestasikan
[4/4, 20:45] Iman Supriyono: kalo hanya mengumpulkan maksud dakwah jadi ndak tercapai
[4/4, 20:45] Iman Supriyono: jadi kerja pengurus ada 3: mengumpulkan dana wakaf, menginvestasikan dan menggunakan hasil investasi untuk dana sosial dakwah
[4/4, 20:46] ‪+62 888-1895-194‬: Bicara ttg investasi, bicara utk jangka panjang
[4/4, 20:47] Iman Supriyono: betul. makanya kita belajar dari pengelola dana investasi yang sudah berumur puluhan tahun seperti berkshire hathawai di atas
[4/4, 20:47] Iman Supriyono: semua sudah ada ilmunya
[4/4, 20:47] Iman Supriyono: tinggal mengambil ilmu tsb dan mempraktekannya
[4/4, 20:49] ‪+62 813-5746-7722‬: Kalau saya, mulai yg mudah2 saja, iuran saja sukarela…untuk kepentingan sosial dan dakwah.. Misalnya, proyek pertama untuk umroh pak mi’an…
[4/4, 20:49] Iman Supriyono: kalo itu sudah dilakukan oleh banyak pihak cak wahyu
[4/4, 20:49] Iman Supriyono: tidak ada yang sederhana dalam manajemen
[4/4, 20:50] Iman Supriyono: makanya perusahaan pasti butuh konsullta manajemen
[4/4, 20:50] Iman Supriyono: secara pribadi, saya tidak bersedia jadi pengurus perkumpulan, karena bertentangan dengan kode etik konsultan
[4/4, 20:56] Iman Supriyono: kalo sebagai aset ukurannya adalah laporan keuangan yang diautit akuntan publik
[4/4, 20:57] Iman Supriyono: (neraca, laba rugi, arus kas, perubahan modal)
[4/4, 20:58] Iman Supriyono: itulah upaya manajerial untuk menjaga agar aset tidak berkurang

Tinggalkan komentar