Apps Sembako Online

Desain sistem

Desain sistem

Adalah sebuah aplikasi platform yang menjual sembako dan  sayur-mayur, alias kebutuhan masak/dapur. Mulai dari beras, minyak, cabe, bawang merah, kacang panjang, ikan, ayam potong, dan lain-lain. Tujuannya adalah, ibu-ibu rumah tangga bisa secara sederhana atau santai berbelanja kebutuhan dapur. Ini adalah alternatif saja, khususnya untuk kalangan menengah keatas, atau perumahan, yang sering berbelanja di ritel modern untuk belanja kebutuhan dapurnya.

Teknisnya, belanjaan dikirim pagi (bakda subuh – 06) atau sore (15-18), untuk efisiensi pengiriman, dan sesuai kebiasaan masak ibu-ibu, yg biasanya pagi atau sore/malam.

Konsep ini akan digabung dengan sistem koperasi, dimana anggota tidak perlu direpotkan dengan sistem pembayaran langsung atau di depan. Jadi, setiap member bisa berhutang  sesuai limit masing-masing. Jadi, belanjaan bisa dikirim ke rumah tanpa harus bertemu dengan pemilik. Misalnya cukup pembantu yang akan masak. Pembayaran bisa dilakukan sewaktu-waktu sesuai ada kesempatan. Pakai transfer atau diambil oleh petugas (deposit). Sistem koperasi apa nggak tergantung server setempat atau anggota di tempat tersebut.

Kemitraan bisa dibangun dengan network. Manajemen menyediakan sistem aplikasi, daftar produk online, dan standarisasi harga (bisa beda tiap mitra), lalu pelanggan bisa memilih toko tempat belanjaannya, sesuai jarak mereka. Sistem deliveri dan kualitas barang ada standard SOP pusat, tapi pelaksanaan bisa dikelola oleh masing-masing toko kelontong. Ini yg agak ribet kayaknya.

Agar tidak merepotkan toko kelotong, maka orderan bisa memiliki tenggat waktu terakhir sebelum pengepakan. Toko kelontong sepertinya gak perlu menjadi manajemen hutang-piutang, tapi pihak server. Pihak server ini sekaligus manajemen pulsa.

Sepertinya aspek terbesar terletak pada manajemen server – toko – pelanggan. Barang kwalitas supermarket, harga pasar rakyat.

Tinggalkan komentar

Membangun Keluarga & Keturunan Bertaqwa

anak-salim-cium-tangan-orang-tua-ibu-bapak

Siapapun, pasti ingin memiliki keluarga khususnya keturunan yang sholeh-sholehah. Anak-anak yang selain bisa sukses dalam karirnya, juga paham agama, baik budi pekertinya, dan berbhakti pada orang tuanya. Tak peduli dia – orang tuanya sendiri – pelacur, atau pemabuk sekalipun.

Mengapa?

artikel-menyambut-hangat-kedatangan-orang-tua-dan-menghormati-keluarga-288-l

Itu sudah fitroh manusia. Semua orang tua pasti ingin pada masa tuanya nanti memiliki anak yang bisa dibanggakan, anak yang perhatian, yang tidak lupa dan selalu bhakti pada orang tuanya. Baik ketika hidup, maupun sudah mati (senantiasa mendoakan keselamatannya, dunia dan akhirat).

Akan tetapi, banyak yg sering lupa, bahwa untuk memiliki anak sholeh-sholehah, dirinya harus sholeh duluan. Minimal berjuang untuk sholeh duluan. Tidak saja sekedar menyekolahkannya di pondok atau sekolah agama favorit, lalu semua akan beres? Anak itu bukan produk mesin kan ?

Masih banyak kalangan muda-mudi yang pemahaman agamanya sangat dangkal. Terutama yang dulunya tidak memiliki basis pendidikan pesantren atau sekolah Islam. Mungkin juga faktor lingkungan (orang tua atau keluarga) yang tidak memperhatikan pendidikan agama. Sehingga sampai menginjak dewasa tidak cukup bekal ilmu agama yang cukup untuk membentuk keluarga yang memahami agama sebagai dasar membentuk keluarga dan keturunan yang sholeh-sholehah.

images1

Oleh karena itulah, mari persiapkan diri menjadi orang tua yang sholeh. Yang mampu menjadi teladan sekaligus guru bagi anak-anaknya kelak. Dan karena itulah, selagi remaja atau pemuda, mari siapkan diri memiliki bekal yang cukup untuk menjadi orang tua yang sholeh, yang tidak saja memiliki anak-anak sholeh, tapi mudah-mudahan, mendapatkan jodoh yang sholeh sholehah pula. Amiin.

images

Allah SWT telah berfirman : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, laki-laki yang keji untuk wanita yang keji pula.wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik,dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula..” An-Nur : 26. Sudah sunnatullah, laki-laki sholeh pada umumnya akan cari wanita sholehah, demikian juga dengan wanita sholehah umumnya maunya juga laki-laki sholehah.

Oleh karena itu, DK bermaksud menyusun kurikulum dasar untuk membentuk pemuda-pemudi sholehah, dalam bentuk kurikulum khusus non pesantren, non pendidikan formal, dengan target sbb:

Tahap Dasar / Quantitas 

  • Bisa paham dasar-dasar bahasa arab ( bisa paham pola bahasa arab, sehingga mudah memahami bacaan sholat dan al-Qur’an). Nahfu Shorof dasar. Tingkat  ( Minimal SMP ) = kurikulum bahasa arab dasar dan Al-Quran.
  • Khaifatus Sholli : tata cara sholat yang benar beserta maknanya. ( Min SMP ) = kurikuklum khaifatus sholi
  • Hapal surat-surat pendek ( minimal 10 surat ), agar bs menjadi imam sholat dalam keluarga. ( Minim SMP ) = kurikulum tahfid.
  • Paham beberapa fiqh dasar : sholat (wajib & sunnah), wudlu, puasa, najis, junub, dll (SMA).

Tahap Aqidah / Kualitas Keimanan ( SMA – PT = sudah baligh ) untuk membangun kekuatan iman dan aqidah yg benar. 

  • Taklimul Muta’alim : Tata cara hormat pada guru dlm menimba ilmu ( SMA )
  • Douroh Keislaman Dasar ( Aqidatul Awwam & Syaksiyah Islamiyah )
  • Dll

 

Tahap Lanjut : bagi yg siap berjuang 

  • Tazkiyatun Nafs ( kebersihan hati )
  • Tafsir Al-Qur’an
  • Training leadership ( multi bidang : enterpreneurship, public speaking, writing, dll )
  • Fiqh muamalah, siyasah dll

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Membangun Koperasi Berbasis IT

Latar Belakang 

Mendirikan koperasi berbasis atau beranggotakan para profesional IT tentu hal baru. Dan tentu tidak bisa sekedar disamakan dengan jenis koperasi-koperasi yang lainnya. Karena berbasis bidang, tentu disini ada produk, jasa, maupun perusahaan. Dan bergerak di aneka macam layanan. Apalagi basis produknya adalah milik anggotanya. Jadi, yang produktif adalah anggotanya. Tapi bukan berarti koperasinya tidak bisa memiliki penghasilan. Masih ada peluang-peluang yang bisa dikerjakan.

Koperasi seperti ini harus diperlakukan secara khusus. Tidak bisa disamakan dengan koperasi simpan pinjam, koperasi konsumsi, atau koperasi produksi murni. Yang, orang bisa saja taruh uang, lalu mendapatkan penghasilan sesuai dengan besaran uangnya yang masuk dengan usaha yang sudah pasti.

Bahkan koperasi produksi, yang pada umumnya juga mengembangkan usaha anggota yang sudah ada, itupun dengan proses yang tidak mudah. Karena ada bermacam beresiko yang kita tanggung kalau tidak hati-hati.

Tujuan Koperasi

Perlu diingat, berbeda dengan koperasi produksi yang murni, koperasi IT disini adalah bertujuan menjadi jembatan antara anggota dan masyarakat untuk memakai produk-produk IT yang dimiliki anggota. Kecuali nanti sudah ditemukan produk yang layak – yang disepakati anggota – untuk dipakai sebagai produk resmi koperasi atau dipakek sebagai sistem resmi koperasi. Jadi lebih bersifat koperasi asosiasi. Jadi lebih dekat kepada koperasi non profit.

Nah, disinilah diperlukan kehati-hatian melangkah atau mengambil keputusan. Terlalu gegabah mengambil produk anggota sebagai produk koperasi akan berakibat buruk pada kualitas layanan ke masyarakat, jika persiapan kurang matang. Kedua, juga bisa timbul ketimpangan atau kecemburuan sosial pada anggota yang lain jika tidak diperlakukan secara adil. Misalnya, jangan sampai ada kasak-kusuk, kenapa produk yang dipakek kok produknya A, bukan produk saya?

Tentang Produk IT yg dipakai atau dijual koperasi 

Untuk tahap awal, kami menghimbau yang perlu dirumuskan terlebih dahulu adalah produk IT yang mungkin akan dipakai oleh koperasi. Sedangkan produk yang akan dijual koperasi, kami menghimbau agar dipikirkan beberapa waktu lagi. Sampai ketemu momen atau kondisi yang memadai. Karena kedua langkah ini rawan konflik kepentingan antar anggotanya.

Saat di awal ini, ada baiknya kita melakukan langkah yang lain, misalnya database dan sertifikasi produk, jasa atau layanan anggota.

Untuk produk yang mungkin akan dipakai oleh sistem koperasi, misalnya sistem keuangan dan database produk anggota, ada baiknya tetap melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Semua keputusan terhadap usaha, adalah harus dilakukan dalam Rapat Anggota. Tidak boleh hasil keputusan pengurus.
  2. Untuk produk yang akan digunakan koperasi, harus disetujui oleh mayoritas anggota lewat forum RAPAT ANGGOTA (RA).
  3. Kontrak perjanjian pekerjaan antara koperasi dan penyedia harus memiliki kaidah kontrak kerjasama antara dua perusahaan. Bukan seperti anggota kepada koperasinya. Sekalipun bersifat hibah. Agar tidak tercipta rasa memiliki peran lebih besar daripada anggota lain.

 

Tentang Produk yang Dipromosikan Koperasi 

Jika koperasi memang bertugas membina banyak usaha IT, tentunya harus bisa bersikap adil terhadap semua anggota koperasi. Baik pemula maupun yang matang. Baik yang junior maupun senior. Oleh karena itu beberapa langkah yang bisa ditempuh  antara lain:

  1. Koperasi tidak akan terlibat pada kerjasama yang dilakukan anggota. Koperasi cukup menjadi referensi produk anggotanya.
  2. Koperasi cukup memiliki daftar usaha, produk atau keahlian (jasa) dari para anggotanya masing-masing. Dengan atribut-atribut netral (tanpa kepentingan) seperti : Nama usaha, jasa atau produk yang dihasilkan, jml karyawan, kantor perusahaan, sertifikasi keahlian tenaga ahlinya, pengalaman, dll.
  3. Maksimal dari pihak koperasi adalah melakukan uji sertifikasi terhadap produk atau layanan anggota tersebut.
  4. Jumlah iuran pokok dan wajib anggota adalah sama, sehingga semua anggota tidak diperlakukan berbeda. Ada beberapa kelompok anggota seperti anggota pribadi Walaupun jumlah iuran sukarela tidak sama.

 

Untuk bidang usaha yang bersifat asosiasi, ada baiknya koperasi mmg tidak menempatkan diri sebagai makelar produk. Misalnya pengurus sampai harus mengurus negosiasi produk atau proyek untuk anggotanya. Beberapa pertimbangannya :

Pertama, positif yang didapat mungkin koperasi cepat memperoleh komisi dari penjualan, akan tetapi akibat buruknya akan lebih besar. Toh koperasi tidak bertujuan profit. Jadi, profit tidak perlu dikejar, cukup sekedar operasional, dan operasional bisa diperoleh dari iuran anggota.

Kedua, kecemburuan atau konflik kepentingan antar anggota. Bagaimanapun, pastinya antar anggota memiliki kemampuan dan produk yang mirip atau sama. Penilaian bahwa yang layak ini atau itu pasti tidak terlepas dari subyektifitas. Atau minimal obyektifitas yang subyektif. Inilah yang bisa menimbulkan perpecahan antar anggota saja. Dan kalau sudah timbul perpecahan, maka akan banyak anggota yang tidak nyaman dan akan mundur pelan-pelan. Yang pada akhirnya bisa membuyarkan koperasi.

Ketiga, pengurus akan masuk kepada kesibukan-kesibukan teknis. Sehingga tidak akan memikirkan kepentingan bersama, tapi kepentingan sekelompok tertentu atau pribadi masing-masing sesuai proyek yang dikerjakan. Oleh karena itu, tidak boleh sebuah proyek diurus oleh atas nama pengurus. Setiap ada bentuk kerjasama atau promosi bersama, maka pihak pengurus hanya akan mereferensikan, sedangkan kelanjutan kerjasamanya akan dibahas oleh kedua belah pihak secara pribadi diluar koperasi.

Keempat, menyelamatkan nama baik koperasi dari kerjasama-kerjasama yang gagal atau wan prestasi. Karena pihak koperasi hanya mereferensikan secara terbatas, sedangkan keputusan terhadap deal akhirnya adalah tanggung jawab masing-masing pihak.

Potensi Pendapatan Koperasi 

Walaupun koperasi mungkin tidak mendapatkan pendapatan dari komisi proyek, tapi tetap bisa didapat dari beberapa aktivitas seperti :

  1. Pembuatan katalog produk atau jasa ( saat ada pameran atau seminar )
  2. Verified company, produk atau keahlian ( di web atau katalog )

Tentu saja dua hal ini bukan profit oriented, tapi setidaknya bisa menambah biaya operasional.

 

Tinggalkan komentar

Min Aina?

Seorang muslim sejati, itu dibentuk dengan tiga pondasi dasar : aqidah, tazkiyah & tsaqofah. Aqidah bicara tentang kesadaran sebagai makhluk atau hamba yang berTuhan. Ini modal utama agar manusia senantiasa menjaga sikap dan perilakunya agar terjaga dari perbuatan-perbuatan buruk, dan sesuai dengan kehendak penciptanya.

Tazkiyah adalah kebersihan hati. Kebersihan hati akan memancarkan cinta dan kasih sayang. Dan mudah menerima kebenaran dan petunjuk dari Allah SWT.

Tsaqofah adalah wawasan dan pengetahuan. Tanpa modal wawasan dan pengetahuan, akan mudah terombang-ambing atau terpengaruh buruk lingkungan sekitar.

Jika kamu memiliki ketiga unsur ini dengan baik. Insya Allah kamu siap menjadi insan yang ideal.

Tinggalkan komentar

Kader DK

Etika Ukhuwah

  • Etika Berteman / Bersahabat
    • Saling mencintai. Membantu yg dibutuhkan atau kesusahan.
    • Lakukan pengorbanan (asal tidak berlebihan, misalnya melanggar hukum) jika diperlukan. Pengorbanan akan membuat kamu berarti di mata sahabat.
    • Kepada wanita / yang lebih lemah harus melindungi.
    • Bercanda tidak melewati batas ( misalnya menyakiti perasaan atau fisik )
    • Jika berkonflik/bertengkar, usahakan cari titik temu, tidak emosi atau menang sendiri. Permudah minta maaf.
    • Jika menemukan teman yang brengsek, jangan takut. Kamu harus jadi pemberani, dan lebih berani daripada si brengsek. Babak belur membela kebenaran adalah sebuah jihad.
  • Etika Berteman Dengan Lawan Jenis
  • Etika Berpakaian
  • Etika bermedia sosial / berhubungan sosial dalam dunia maya

 

Etika Dalam Keilmuan / Sekolah

  • Etika kepada teman, sesama siswa / santri, senior & junior
    • Semua etika dalam berteman spt diatas
    • Kepada junior menyayangi dan membimbing.
    • Kepada senior menghormati.
  • Etika kepada guru / ustadz
    • Mencium tangan kepada guru ketika salaman
    • Pakai bahasa yg halus / kromo
    • Agak menunduk ketika bicara atau bertatap muka / tidak tatap mata langsung
    • Mendengar dengan seksama ketika guru bicara, tidak memotong pembicaraan.

Etika Dalam Keluarga

  • Etika Kepada Saudara
    • Semua etika teman diatas.
    • Mencium tangan ketika salaman kepada yg lebih tua
  • Etika Kepada Orang Tua
  • Etika Kepada Tamu
  • Etika Kepada Tetangga

Etika Dalam Berorganisasi / berpolitik

  • Prinsip / sikap kepada jabatan / amanah
  • Etika terhadap sesama anggota organisasi atau sesama pengurus
  • Etika sikap kepada lawan debat / lawan politik
  • Etika berpolitik di media sosial

Etika Muamalah / Perdagangan

  • Etika jual beli / berdagang
  • Etika dalam membuat produk
  • Etika dalam bekerjasama

Etika Profesionalisme

  • Etika Dalam Bekerja
  • Bersikap Kepada Atasan, Kepada Sejawat & Kepada Mitra
  • Etika Dalam Berbisnis / Bermitra

Tinggalkan komentar

Cyber War

Cyber War sebenarnya ada beberapa jenis. Jenis peperangan fisik (gangguan pada hardware atau software), atau peperangan pemikiran. Tentu, sebagai kalangan aktivis dakwah, kita fokus pada perang pemikiran.

Area cyber war, dalam dunia maya terbagi menjadi beberapa bagian :

(1) Media online atau Blog.


Media online, baik resmi maupun tak resmi, sangat berpengaruh pada penyebaran opini atau berita. Disini ada dua faktor sebuah berita bisa menjadi medan perebutan opini yaitu perang share, dan perang komentar.

Untuk membuat sebuah media online sebenarnya tidak susah, seperti bikin portalpiyungan, postmetro, seword, dll – yang dituduh media hoax karena tidak resmi -. Cukup copas dari media resmi atau medsos lalu dikasih judul agak provokatif. Bahkan bisa saja komentar dari salah seorang tokoh yang kurang terkenal, lalu dijadikan berita.

Kemudian, akan dishare2 oleh akun2 di medsos untuk menjadi topik obrolan atau diskusi.

Dari sisi biaya bisa dari pendapatan adsense ataupun dana pribadi.

(2) Facebook.

Dengan beragamnya pertemanan di facebook, juga group-group umum yang didasarkan bukan pada kelompok ideologi, disinilah lahan cyber war. Dalam kerumunan facebook, ada beberapa tipe manusia. Ada yang menjadi trend setter, debater, dan ada yang menjadi follower. Tentu, dalam strata sosial, tokoh trendsetter menjadi tokohnya, dan follower semacam menjadi ummatnya atau buzzernya. Sedangkan debater adalah di tengah-tengah, mereka sering berdebat walaupun tidak sering membuat inisiatif status atau sekedar share pendapat dari tokoh lain atau dari media online.

 

dan (3) Twitter.

Tips Berdebat dalam Media Sosial 

Dalam Surat Al-Maidah 54, salah satu mukmin unggulan yang dibanggakan Allah SWT adalah tidak takut terhadap cacian (bulliying) orang yang mencaci (pembully). Inilah salah satu ciri pejuang dakwah media sosial.

Tapi, seringkali memang berdebat di media sosial menguras fikiran – akhirnya tenaga juga. Apalagi jika tidak memiliki pertahanan yang kuat dalam berdebat, tapi inginnya bisa menang. Akhirnya sering kali salah kaprah dengan caci-maki, umpatan atau merendahkan pihak lawan. Tentu ini dilarang dalam agama Islam.

Untuk itu, beberapa tips ini semoga bisa menjadi bekal dalam berdebat.

  1. Luruskan niat.  Seorang muslim harus senantiasa berniat ibadah dalam segala aktivitas. Beropini, berdiskusi, atau narsis di media sosial, adalah untuk silaturahmi, bersosial, bisnis, dan atau dakwah. Khusus dalam berdebat, sedapat mungkin niat kita adalah menjelaskan, menyampaikan, atau kalau berdebat adalah menjawab. Jauhi niat untuk menjatuhkan siapapun juga, khususnya lawan debat kita, sekalipun itu menyakitkan kita. Seperti menterwai pendapat orang, maki-maki, menghina (baik orangnya atau pendapatnya), dan lain-sebagainya. Karena itu hanya akan jadi dosa bagi kita. Orang belum tentu sadar, tapi kita malah mendapatkan kerugian karena dosa.Allah telah membimbing kita dalam Al-Qur’an :

    ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ


    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An-Nahl : 125)

  2. Hindari debat kusir. Jangan terlalu bernafsu mengubah prinsip seseorang.Perdebatan sengit atau debat kusir sering terjadi ketika masing-masing pihak memaksakan pendapatnya harus diterima. Dalam agama Islam debat kusir seperti itu jelas dilarang, walaupun kita boleh yakin pendapat kita benar. Karena didalamnya memang sering setan yang bicara. Anggaplah opininya benar, tapi karena emosi, akhirnya keburukan-keburukan lah – seperti caci-maki dan umpatan – yang membungkus kebenaran tersebut. Itu juga akan menyebabkan pihak lain yang sebenarnya mengakui kebenaran tersebut, jadi anti pati karena sudah emosi. Itulah hikmahnya kita harus menghindari perdebatan kusir.Contoh : dasar anjing lu, agama saja Islam tapi mbelain kafir.

    Sesuai firman Allah dalam surat An-Nahl 125, hanya Allah yang mengetahui seseorang itu tersesat atau mendapatkan petunjuk. Tugas kita sekedar menyampaikan bkn memaksa seseorang berubah pikiran.

  3. Kuasai ilmu agama dengan tepatAqidah dan pemahaman agama yang benar sangat penting dalam modal bersosial, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Dengang pemahaman aqidah Islam yang benar, akan membentuk pola pikir yang terarah. Terhindar dari – seperti – jebakan kesesatan berpikir.Kita tahu banyak sekali ustad-ustad gadungan, tokoh-tokoh atau penulis online yang pintar dalam mengolah kata dan opini. Jika kita tidak memiliki modal dasar aqidah atau ilmu agama Islam yang benar, kita bisa saja mengikuti kata-kata mereka yang seolah-olah benar. Seolah-olah benar, karena kita tidak memiliki bantahan ilmu yang sepadan. Seolah-olah benar, padahal ada yang lebih benar.

    Contoh, ucapan “Saya protes ke FPI, karena itu mengganggu privacy orang lain”. Mengganggu privacy jelas tidak boleh, tapi pesta gay jelas lebih tidak boleh lagi. Jadi, kita harus melihat skala prioritas.

  4. Update selalu informasi yang berkembang
  5. Sabar dan tenang dalam menerima berita  sebelum share
  6. Jangan mudah menyerah

Tinggalkan komentar

Tahapan Kader

Untuk membuat lembaga dakwah memiliki acuan yang jelas, maka disini kami berikan catatan tahapan kaderisasi sesuai dengan organisasi DK yang lebih mengarah ke masyarakat umum. Syarat kader adalah sudah baligh.

Dengan model buku acuan kader ini, sekalipun mereka tidak menjadi bagian dari keluarga besar DK, tetap bisa menjadi insan muslim yang baik, yang memiliki standard keIslaman yang benar. Dan bertahap.

Dan DK kita harapkan bisa mengeluarkan sertifikasi dalam tiap tahapan dakwah tersebut. Bukan untuk menilai amal ibadah mereka, tapi agar tiap individu memiliki nilai juang yang empiris. Jadi, jika seseorang sekarang statusnya Generasi DK, dia harus bisa mencapai status Warga DK dan paham apa yang harus diperjuangkan mulai sekarang.

Baca entri selengkapnya »

Tinggalkan komentar